Laporkan Masalah

Pengaruh asupan serat, lemak dan kadar hormon androgen terhadap keberhasilan perkembangan folikel pada pasien PCOS (polycytic ovary syndrome) yang dilakukan induksi ovulasi dengan klomifen sitrat

ARSO, Agus Puji Mei, Dr. H. Zein Alkaff, Sp.OG(K)

2010 | Tesis | S2 PPDS 1-Obstetri dan Ginekologi

Latar Belakang : Terapi wanita infertil dengan polycystic ovary syndrom (PCOS) masih controversi. Sebelum intervensi, diberikan konseling prekonsepsi harus dilakukan berkaitan dengan pengaturan pola hidup, terutama pengaturan berat badan dan olah raga pada wanita kelebihan berat badan. Diet merupakan salah satu faktor yang memiliki kaitan dengan kejadian hiperandrogenlisis pada PCOS. Tujuan : Untuk menganalisis pasien PCOS, terutama kadar androgen, serta asupan serat dan lemak dan keberhasilan perkembangan folikel pada pasien PCOS. Desain : Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan cross sectional. Metode : Subyek penelitian ini adalah pasien PCOS berusia 15 – 45 tahun di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dipilih menggunakan consecutive sampling design anatar bulan Agustus 2008 – Februari 2010. Kriteria PCOS ditetapkan secara klinis oleh berdasarkan Rotterdam 2003 diagnostic criteria. Terdapat 21 responden terdiagnosis PCOS diuji kadar testoteron serumnya dan wawancara asupan serat dan lemaknya menggunakan recall 24 jam selama 2 kali tidak berturut-turut serta dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan folikel pada hari ke 12 siklus menstruasi. Selanjutnya dianalisis dengan program statistik. Hasil : Rerata usia responden 27,86 + 4,37 tahun, rerata testotero adalah 0,36 + 0,57 ng/ml; rerata indeks massa tubuh (IMT) 26,59 + 4,33 rerata asupan serat 8,41 + 3,08 g/hari ; asupan lemak 45,08 + 15,9 g/hari. Seluruh respondden mengalami gangguan menstruasi. Uji Statistik bernagai variable yaitu usia, IMT, testoteron, asupan lemak dan asupan seratterhadap perkembangan folikel tidak bermaknasecara statistik, analisis multivariat menunjukan bahwa asupan serat memiliki pengaruh yang lebih besar daripada variabel lain, selanjutnya adalah asupan lemak, usia, kadar hormon androgen dan IMT. Penelitian ini memiliki power of study sebesar 73%. Kesimpulan : Hasil perhitungan statistik tidak didapatkan pengaruh yang bermakna antara asupan serat, lemak, dan hormon androgen terhadap perkembangan folikel pada pasien PCOS. Asupan serat memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan variabel lain yang diteliti.

(Available in Fulltext)

Kata Kunci : Lemak,Serat,Testosteron,Polycysticovary syndrome


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.