Analisis kelayakan finansial perluasan areal jagung dengan dana bantuan sosial di Kabupaten Boalemo
PATIWIRI, Citra Purnasuri, Dr. Ir. Slamet hartono, SU., M.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisPenelitian bertujuan untuk mengetahui dampak perluasan areal lahan kering jagung terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, tingkat partisipasi petani serta kelayakan finansial dan sensitivitas usaha perluasan areal jagung di Kabupaten Boalemo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, daerah penelitan di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo yang ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 60 orang terdiri dari petani pelaksana kegiatan perluasan areal melalui dana Bantuan Sosial 30 orang dan petani jagung pada lahan existing 30 orang. Analisis yang dilakukan adalah analisis biaya dan keuntungan, analisis finansial dengan parameter NPV, IRR dan B/C Ratio dan analisis sensitivitas. Biaya investasi perluasan areal 100 ha sebesar Rp 15.505.050.000, tingkat partisipasi petani 24,40% atau senilai Rp 367.250.000 yaitu untuk persiapan petani, persiapan lapangan dan tenaga kerja pembuatan saluran drainase dan Jalan Usaha Tani (JUT). Dampak kegiatan perluasan areal adalah peningkatan luas lahan 106 ha, luas tanam 212 ha (IP 200%) sehingga dapat meningkatkan produksi jagung 1.472 ton pada tahun 2009 (rata-rata produktivitas 6.946 kg/ha) dan dapat meningkatkankesejahteraan petani dengan keuntungan Rp 6.400.000/ha per musim tanam. Biaya produksi usahatani perluasan areal jagung per tahun (2 Musim Tanam) adalah Rp 17.749.058/ha, penerimaan Rp 30.563.500/ha/tahun, keuntungan Rp 12.814.442/ha/tahun dan nilai R/C Ratio adalah 1,72. Hasil analisis finansial, NPV pada discount rate 12% sebesar Rp 30.344.050, B/C Ratio 1,3802 dan IRR 78,56% yang menunjukkan bahwa perluasan areal jagung ini layak untuk diusahakan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, usaha tani jagung pada lahan existing lebih sensitif terhadap kenaikan biaya dan penurunan penerimaan dibanding perluasan areal jagung. Umumnya perluasan areal jagung layak diusahakan pada berbagai ukuran sensitivitas kecuali pada kondisi penerimaan turun 20% dan biaya naik 20%,perluasan areal jagung tidak layak untuk diusahakan.
This research aimed to study impact of widening corn dry land area on increase in production and farmer welfare, farmer participation level and financial feasibility and sensitivities of corn area widening in Boalemo regency. The research used descriptive method. It was carried out in Sari Tani village, wonosari discritc, Boelemo regency which was determined purposively. Respondent consist of 30 farmers executing area widening through social aid fund and 30 farmers of existing area. It used cost and benefit analysis, financial analysis using NPV, IRR, BCR and sensitivity analysis. Investment cost of 100 ha area widening was Rp15,505,060,000. Farmer participation level was 24.40 or Rp 367,250,000 for farmer preparation, field preparation and worker to make drainage channel dan farming road. Impact of the area widening activity was increase in area of 106 ha (planting area of 212 ha (IP 200%), increase in production of 1472 (productivity of 6946 kg/ha) ton in 2009 and increase in farmer welfare with income of Rp 6,400,000 /ha per planting season. Production cost of corn area widening per year (2 planting season) was Rp 17,749,058/ha. Revenue was Rp 30,563,500 /ha /year, profit Rp 12.814,442/ha/year and R/C ratio was 1.72. Result of financial analysis indicated NPV at 12% discount rate was Rp 30,444,050, B/C ratio 1.3802 and IRR 78.56%. The results revealed that corn area widening is feasible to do. Based on sensitivity analysis, corn farming at existing area was more sensitive to increase in cost and decrease in revenue than corn area widening. In general, corn area widening is feasible to do in various sensitivity levels, except for 20% decrease in revenue and 20% increase in cost, the corn area widening is not feasible
Kata Kunci : Perluasan areal jagung,Analisis finansial,Analisis sensitivitas ; corn area widening, financial analysis, and sensitivity analysis