Analisis peramalan kebutuhan dan pendekatan pengendalian persediaan beras di Perum Bulog Divre Bengkulu
KENEDI, Sopran, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisPendekatan-pendekatan kuantitatif akan sangat membantu dalam memecahkan masalah pengendalian persediaan serta pengambilan keputusan dalam menentukan tingkat persediaan yang optimal. Perum BULOG Divisi Regional Bengkulu merupakan bagian dari perusahaan yang menjalankan fungsi manajemen persediaan di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Meramalkan jumlah kebutuhan persediaan beras di Perum BULOG Divre Bengkulu pada tahun 2010, dan (2) Mengetahui jumlah pemesanan ekonomis, persediaan pengaman, dan titik pemesanan kembali yang diperlukan Divre Bengkulu dalam pengendalian persediaan beras tahun 2010. Metode penelitian dalam penelitian ini metode deskriptif analisis, sedangkan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa data pemasukan dan penyaluran beras di Perum BULOG Divre Bengkulu tahun 2005-2009, data lead time pengiriman beras Movement Nasional, komponen biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan beras yang dikeluarkan oleh Divre Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan yang paling tepat digunakan untuk memprediksi kebutuhan persediaan beras di Divre Bengkulu tahun 2010 adalah Metode Dekomposisi Data dengan nilai kesalahan prediksi lebih kecil dibanding metode lainnya yaitu MAPE 3,77E+02, MAD 8,60E+05, dan MSD 1,54E+12. Prediksi jumlah kebutuhan persediaan beras tahun 2010 adalah sebanyak 32.706.573 kilogram, dan lebih besar dibandingkan kebutuhan tahun 2005-2009. Jumlah pemesanan ekonomis tahun 2010 yang dapat meminimalkan total biaya persediaan adalah sebanyak 3.611.450 kilogram melalui 9,06 kali pemesanan dengan siklus pemesanan selama 38,4 hari dan biaya total persediaan sebesar Rp. 61.394.658,-. Jumlah persediaan pengaman (safety stock) yang harus disediakan agar tidak terjadi stockout adalah sebanyak 4.404.490 kilogram beras. Titik pemesanan kembali (reorder point) dapat dilakukan pada saat jumlah persediaan operasional tersedia sebesar 7.863.322 kilogram, jumlah titik pemesanan kembali tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan jumlah persediaan minimum atau Minimum Stock Requirement (MSR) sebesar 8.176.643 kilogram.
The quantitative approaches would be very helpful in solving the inventory control problem and decision-making processes into determining the optimum inventory level. Bulog’s Bengkulu Regional Division is a part of company that operating the inventory management function at the regional level. The aims of this research is : (1) to forecast the amount of rice inventory demand at Bengkulu Regional Division in 2010, and (2) to find out the economic order quantity, safety stock, and reorder point needed Bengkulu Regional Division for the rice inventory control in 2010. This research applies the descriptive analysis method and uses the secondary data in the form of entry and distribution data of rice in Bulog’s Bengkulu Regional Division for 2005-2009, lead time data from activity National Movement of rice shipment, the rice ordering cost and holding cost component spent by Bengkulu Regional Division. The result shows that the appropriate estimation method used to estimate the need of rice supply for Bengkulu Regional Division in 2010 is Data Decomposition Method having the lower forecast error value than the other methods i.e. MAPE 3,77E+02, MAD 8,60E+05, and MSD 1,54E+12. The estimation sum of rice demand in 2010 is 32.706.573 kilogram, bigger than the need in 2005-2009. The economic order quantity amount in 2010 which can minimize the total inventory cost of 3.611.450 kilogram by doing 9.06 times of order using 38.4 days reservation cycles using and the total inventory cost amount of Rp.61.394.658,-. The required amount of safety stock needed in avoiding the stock out is 4.404.490 kilogram. Reorder point can be conducted when the amount of operational stock reaches 7.863.322 kilogram, smaller than the amount of the Minimum Stock Requirement (MSR) of 8.176.643 kilogram.
Kata Kunci : Perencanaan persediaan,EOQ,Persediaan pengaman,Titik pemesanan kembali, Inventory planning, EOQ, safety stock, reorder point