Laporkan Masalah

Efisiensi agroforestry pola mahoni-jati-melinjo di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul

MILAWATI, Nur, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc

2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pendapatan usaha dan efisiensi usaha agroforestry pola mahoni-jati-melinjo di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2010, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Metode deskripsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel di tingkat petani dilakukan secara simple random sampling yaitu dari petani yang berada di lokasi tersebut, dengan mengambil 50 petani sebagai responden berdasarkan spesifikasi petani yang memiliki usahatani agroforestry pola mahoni-jati-melinjo. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metoda Data Envelopment Analysis (DEA) model CCR (Charnes, Cooper, dan Rhoodes) input oriented. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan petani dalam melaksanakan usaha agroforestry di desa Nglanggeran pada luas lahan di bawah rerata (< 1,013 ha) yaitu sebesar Rp.28.036.671,-/ha/tahun, sedangkan untuk luas lahan di atas rerata (1,013 ha) yaitu Rp.27.124.769,-/ha/tahun. Persentase unit usaha agroforestry yang efisien di Desa Nglanggeran pada luas lahan di bawah rerata (< 1,013 ha) yaitu 22%, sedangkan untuk luas lahan di atas rerata (> 1,013 ha) yaitu 62%. Penggunaan input berlebih untuk pola mahoni-jati-melinjo yaitu pada input tenaga kerja, bibit, pupuk kandang, pupuk urea, dan pupuk ponska.

The purposes of the research are to know the agroforestry business income of mahogany-teak-melinjo pattern, and to know agroforestry business efficiency of mahogany-teak-melinjo pattern in Nglanggeran Village, Patuk Subdistrict, Gunung Kidul District. This research was conducted in 2010, in Nglanggeran Village, Patuk Subdistrict, Gunung Kidul District. Description methods used in this research is by using purposive sampling method. Sampling at the level of farmers conducted in the simple random sampling from farmers in these locations by taking 50 farmers as respondents based on the specifications of farmers who have mahogany-teak-melinjo agroforestry business pattern. Data analysis which apply in the research is Data Envelopment Analysis (DEA) model of the input oriented CCR (Charnes, Cooper, dan Rhoodes). The results showed that the income of farmers in conducting agroforestry business in the Nglanggeran village with land below average (<1,013 ha) is Rp.28,036,671,-/ha/year, whereas for the land above the average (>1,013 ha) is Rp.27.124.769,-/ha/year. Efficiency percentage of agroforestry business in the Nglanggeran village with land below average (<1,013 ha) is 22%, whereas for the land above the average (> 1,013ha) is 62%. The use of excessive input to the mahogany, teak-melinjo pattern are labor inputs, seeds, manure, urea, and ponska fertilizer.

Kata Kunci : Efisiensi,Pola mahoni,jati,melinjo,Metode DEA, Efficiency, Mahogany-Teak-Melinjo Pattern, DEA Method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.