Analisis keunggulan untuk pengembangan peternakan di Kabupaten Halmahera Selatan
ADAM, Syaiful Abdul Radjak, Prof. Dr. Ir. Krisna Agung Santosa, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisSebagai bahan pertimbangan pengembangan subsektor peternakan di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Dinas pertanian Kabupaten dan Provinsi Maluku Utara. Data produksi komoditas peternakan dianalisis dengan Loqation Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share, Model Rasio Pertumbuhan, Overlay dan Klassen Typology. Dari hasil analisis menunjukan bahwa : komoditas peternakan unggulan di Kabupaten Halmahera Selatan adalah kambing dan ayam buras. Komoditas sapi termasuk dalam komoditas yang merupakan unggulan di masa yang akan datang tetapi saat ini rata-rata pertumbuhannya masih dibawah daerah referensi (Provinsi Maluku Utara) dan belum menunjukkan peranan yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan. Meskipun demikian, karena analisis DLQ > 1, maka komoditas sapi merupakan unggulan di masa yang akan datang dan prospek untuk dikembangkan di Kabupatan Halmahera Selatan. Hal ini sejalan dengan Program Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara untuk menjadikan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai sentra produksi ayam buras, kambing dan sapi. Untuk komoditas babi, itik, ayam ras pedaging dan ayam ras petelur nilai LQ dan DLQ < 1. Kenyataannya penyebaran ternak babi, itik, ayam ras pedaging dan ayam ras petelur hanya di daerah tertentu. Komoditas babi tertekan, karena mayoritas penduduk di Kabupaten Halmahera Selatan beragama Islam. Komoditas ayam ras pedaging dan petelur selama ini tidak dikenal, tatalaksana pemeliharannya membutuhkan modal yang besar karena bibit, pakan dan obatobatan harus didatangkan dari luar daerah Provinsi Maluku Utara.
To provide judgment regarding with animal agriculture development program in The District of South Halmahera, North Maluku Province, a study was conducted using secondary data from Central Bureau of Statistics and Proffincial Office of Agriculture Service. The analysis methods of location quotient (LQ), dynamic location quotient (DLQ), shift-share, growth ratio model, overlay and Klassen typology were performed. The results of the study showed that present leading commodities were goat and village or local chicken. Cattle was found to be inferior in terms of economic growth compared to the provincial average, but can be considered as a future leading commodity. These findings conform to the District Development Program. Swine, duck, broiler and layer were found to have DLQ < 1, meaning that these commodities were not leading commodities. Most of people were Moslem who are not allowed to consumed pork. So far, most farmers are not familiar with broiler and layer. Besides, there have been problems of large capital required, as well as the problems of day-old chicks, feed, vaccines and other inputs supplies.
Kata Kunci : Kabupaten Halmahera Selatan,Komoditas unggulan,Pengembangan komoditas , South Halmahera District – Leading commodity – Animal Commodities Development