Laporkan Masalah

Analisis pengembangan usaha jambu mete di Kabupaten Alor

DUKABAIN, Erry Maritaing, Prof. Dr. Ir.Sri Widodo, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Alor dengan tujuan untuk mengetahui potensi, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, trend produksi, peramalan produksi, kelayakan usahatani, margin pemasaran dan strategi pengembangan komoditi jambu mete. Data yang digunakan terkait dengan pengusahaan komoditi jambu mete, baik berupa data primer yang bersumber dari petani dan pelaku usaha lainnya maupun data sekunder runtun waktu (time series) produksi jambu mete selama 12 tahun (1997-2008). Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Regresi, Trend, linear eksponential smoothing, Kelayakan Usaha, Margin Pemasaran serta Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi jambu mete merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Alor pada saat sekarang dan akan tetap menjadi komoditi unggulan pada masa yang akan datang. Faktor luas lahan, jumlah pupuk kandang dan umur tanaman berpengaruh terhadap produksi jambu mete, sedangkan faktor penggunaan bibit, jumlah pupuk urea dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh. Produksi, luas lahan serta tingkat produktivitas komoditi jambu mete di Kabupaten Alor dalam kurun waktu 1997-2008 menunjukkan trend yang positif/meningkat. Peramalan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan produksi jambu mete di Kabupaten Alor pada tahun 2010-2019 tetapi dengan laju pertumbuhan yang semakin menurun setiap tahunnya. Payback Period 4,83 tahun, Net Present Value (NPV) Rp 819.189,82, Internal Rate Return (IRR) 20,84 % dan Net B/C Ratio 1,49 ini menunjukkan bahwa usaha jambu mete di Kabupaten Alor layak untuk dikembangkan. (1) saluran dan besarnya margin pemasaran jambu mete pada saluran I (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen) Rp 8.356,75/kg, sedangkan saluran dan besarnya margin pemasaran jambu mete pada saluran II (petani-pedagang kacang metekonsumen) Rp 12.923,45/kg, (2) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap margin pemasaran jambu mete adalah harga di tingkat petani dan lembaga pemasaran, (3) margin pemasaran jambu mete pada saluran pemasaran I adalah 11,61 % untuk pedagang pengumpul dan 88,39 % untuk pedagang pengecer, sedangkan margin pemasaran pada saluran II adalah 100 % untuk pedagang kacang mete dan (4) bagian harga yang diterima petani dalam pemasaran jambu mete di Kabupaten Alor adalah 39,33 % pada saluran I dan 31,20 % pada saluran pemasaran II. Strategi pengembangan jambu mete mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (growth oriented strategy) atau penggunaan Strategi S-O. Dengan demikian alternatif strategi yang tepat adalah (1) memanfaatkan status kepemilikan lahan dan tingkat kesuburan tanah dalam memenuhi kebutuhan pasar jambu mete, (2) mengembangkan peran pelaku usaha jambu mete dengan penggunaan teknologi dan informasi baru dan (3) memanfaatkan potensi lahan yang luas untuk pengembangan kawasan jambu mete dengan dukungan program pemerintah.

This Research is conducted in Alor Regency. The objective is to find out potential production, factors affecting the production, trend of production, forecasted production, the farming feasibility, marketing margin, and the cultivation of cashew fruit commodity. Primary data is collected from farmers and the secondary data of cashew fruit time series production during 1997-2009 collected from the related agencies. The Analyses used Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Regression, Trend, Linear Exponential Smoothing, business feasibility, Marketing margin, and SWOT analysis. The result shows that the cashew fruit is a superior commodity of Alor regency and will always be. Fruit the area, the amount of manure, and the age of plant factor a significant affect the production, while the seeds, the urea, and labor do not. The amount of production, the area, and the productivity of cashew fruit in 1997-2008 was rising/positive trend. There is a tendency that the production in 2010-2019, had been decreasing growth. The Payback Period 4.83 year, the Net Present Value (NPV) is Rp. 819,189,82, The Internal Rate Return (IRR) is 20.84 %, and the Net B/C Ratio is 1.49 that shows the cashew fruit business has a good prospect. (1) the marketing margin of channel I (farmer-trader-wholesaler-retailer-consumer) is Rp. 8,356,75/kg, while in channel II (farmer-cashew trader-consumer) is Rp. 12,923,45/kg, (2) factors affecting the marketing margin of cashew fruit is farmer price and marketing agency, (3) the marketing margin in channel I are 11.61% for the wholesaler and 88.39% for the retailer, while in channel II are 100% for the cashew fruit trader, and (4) The received price of the farmer in the cashew fruit marketing of Alor regency is 39,33% in channel I and 31.20% in channel II. The strategy of cashew fruit in Alor regency as growth oriented strategy or the application of S-O strategy. Hence, the appropriate alternative strategy are (1) using the land ownership and the land fertility in supporting the demand of cashew fruit, (2) development of the cashew fruit businessmen using the advanced technology and information, and (3) using the land potential in developing the cashew fruit area supported by the government program.

Kata Kunci : Jambu mete,Pengembangan,Potensi,Produksi,Trend,Peramalan,Kelayakan,Margin Pemasaran,Strategi, Cashew fruit, business, potential, production, trend, forecasting, feasibility, margin, marketing, strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.