Laporkan Masalah

Analisis risiko produksi bawang merah di Kabupaten Bantul

APRIANTHINA, IDewa Ayu Yona, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), risiko produksi usahatani, risiko serangan OPT utama, pendapatan usahatani, besarnya pendapatan usahatani dan pendapatan luar usahatani dalam rumah tangga tani bawang merah di Kabupaten Bantul. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, dimana data yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh secara langsung dari wawancara dan kuesioner kepada responden dan data sekunder yang berupa data pendukung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda loglinier, koefisien variansi untuk analisis risiko produksi dan serangan OPT, serta analisis pendapatan usaha tani dan rumah tangga tani. Hasil analisis regresi diketahui bahwa produksi bawang merah di Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah tenaga kerja, pendidikan petani, penggunaan varietas Tiron, intensitas serangan hama penyakit, musim hujan, dan lokasi penanaman di Kecamatan Sanden. Serangan penyakit pada tanaman bawang merah di kabupaten Bantul lebih penting dibandingkan serangan hama. Intensitas serangan hama dipengaruhi oleh musim kemarau, frekuensi penyemprotan pestisida dan pendidikan petani. Intensitas serangan penyakit dipengaruhi oleh penggunaan varietas Tiron, musim hujan, frekuensi penyemprotan pestisida dan pendidikan petani. Hasil analisis risiko produksi diketahui bahwa penanaman bawang merah di Kecamatan Kretek tidak berbeda nyata dengan di Kecamatan Sanden, penggunaan varietas non Tiron lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Tiron, penggunaan mulsa jerami tidak berbeda nyata dengan tidak menggunakan mulsa jerami, penanaman bawang merah di musim hujan lebih tinggi dibandingkan dengan di musim kemarau. Hasil analisis risiko serangan hama diketahui bahwa penanaman bawang merah di Kecamatan Kretek tidak berbeda nyata dengan di Kecamatan Sanden, penggunaan varietas non Tiron lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Tiron, penggunaan mulsa jerami tidak berbeda nyata dengan tidak menggunakan mulsa jerami, penanaman bawang merah di musim hujan lebih tinggi dibandingkan dengan di musim kemarau. Hasil analisis risiko serangan penyakit diketahui bahwa penanaman bawang merah di Kecamatan Kretek tidak berbeda nyata dengan di Kecamatan Sanden, penggunaan varietas Tiron lebih tinggi dibandingkan dengan varietas non Tiron, tanpa penggunaan mulsa jerami lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan mulsa jerami, penanaman bawang merah di musim hujan lebih tinggi dibandingkan dengan di musim kemarau. Pendapatan usaha tani bawang merah dengan menggunakan varietas Tiron lebih tinggi dibandingkan menggunakan varietas non Tiron. Pendapatan usahatani di Kabupaten Bantul lebih besar dibandingkan dengan pendapatan luar usahatani.

The aims of this research is to determine the factors which influences red onion production, crop pest, production risk, and farm household in Bantul District. The basic method used is analytical descriptive. The primary data obtained from interviews and questionnaires to the respondents and secondary from supporting sources. The method of analysis used is multiple linear regression analysis of loglinear, the coefficient variance of production risk and crop pest, as well as farm household. The regression analysis show that red onion production in Bantul District influences by wide of land, amount of labor, farmer education, Tiron varieties, trotol intensity (Alternaria porii), and location. The trotol disease (Alternaria porii) influences by varieties, rainy season, frequency of pesticide spraying and farmer education. The intensity of Spodoptera exigua attack influenced by dry season, frequency of pesticide spraying and farmers education. The risk analysis show that the risk production of red onion between Kretek subdistrict and Sanden sub-district are not significant, non-Tiron varieties higher than Tiron varieties, straw mulch is not significantly without straw mulch, and the rainy season higher than dry season. The risk analysis of Spodoptera exigua show that the cultivation between Kretek sub-district Sanden sub-district are not significantly, non-Tiron varieties higher than Tiron varieties, between straw mulch and without straw mulch are not significantly, rainy season higher than dry season and Tiron varieties produce higher than non Tiron varieties. The risk analysis of trotol disease (Alternaria porii) show that between Kretek sub-district and Sanden sub-district are not significant, Tiron varieties higher than non- Tiron varieties, straw mulch higher than without straw mulch, and the rainy season higher than in the dry season. Farm household used Tiron varieties higher than using non Tiron varieties. Farm household used Tiron varieties higher than using non Tiron varieties. On farm household income is higher than non farm household in Bantul District.

Kata Kunci : Produksi bawang merah,Risiko produksi,Risiko serangan hama dan penyakit utama,Pendapatan usahatani bawang merah,Pendapatan rumah tangga tani, onion production, risks of production, risks of crop pests, red onion farm income, and farm household income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.