Laporkan Masalah

Pelayanan sosial anak terlantar pada Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bina Insan Mandiri (LPPM-BIMa) :: Studi kasus pelayanan pendidikan formal di Kecamatan Pajangan Bantul

UTOMO, Gunadi Setyo, Drs. S. Djuni Prihatin, M.Si

2010 | Tesis | S2 Sosiologi

Anak terlantar merupakan salah satu permasalahan sosial. Menurut Undangundang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak disebutkan bahwa anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhinya kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, siritual maupun sosial. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) anak terlantar di Indonesia 3.438.309. Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2006 pasca gempa bumi berjumlah 33.565 anak terlantar. Pemerintah dan masyarakat berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan sistem panti dan non panti. Sistem panti yaitu anak diasuh di lingkungan panti, sedangkan sistem non panti yaitu anak berada di luar panti atau anak tetap dalam lingkungan keluarga. Penelitian pelayanan sosial anak terlantar di Pajangan Bantul merupakan pelayanan sosial anak terlantar non panti yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bina Insan Mandiri (LPPM-BIMa) Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti berusaha memperoleh gambaran yang mendalam tentang obyek penelitian, mencoba memperoleh pemahaman yang utuh dan menyeluruh. Memberikan informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai pelayanan sosial anak telantar yang dilaksanakan oleh LPPM-BIMa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 15 anak terlantar di Pajangan Bantul telah mendapat pelayanan pendidikan formal dari LPPM BIMa. Segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan sekolah menjadi tanggung jawab LPPM BIMa. Hal ini membawa perubahan sosial di masyarakat setempat, yaitu berkurangnya beban masyarakat setempat, karena penyandang masalah kesejahteraan sosial anak terlantar mendapat kesempatan sekolah. Diharapkan kepada masyarakat dan instansi yang terkait dalam pelayanan sosial anak terlantar hendaknya memberikan pelayanan sosial kepada anak terlantar tidak hanya dalam biaya dan perlengkapan sekolah, tapi juga tambahan makanan untuk perbaikan gizinya.

Child neglected is one of social problem. According to Law No 23/2003 about child protection explaining that child neglected is unfulfilled their needs, physically, mentality, spiritual, and social. Amount of the client about social welfare problems, especially the child neglected in Indonesia as many 3.438.309. After earthquake disaster in 2006 at Jogyakarta Province, amount of child neglected as many 33.565 children. Government and community make serious efforts these problems by social services with institution home and non institution home system. The institution home system is care of the children in the institution home, whereas non institution home system is care of the children outsider institution or children stay with their family. Research about social services for child neglected in Pajangan Bantul constitute about social services non institution home by community development organization Bina Insan Mandiri (LPPM-BIMa). The research methodology is qualitative descriptive approach. In this research, researcher trying to described about object of research and comprehensive. Give the valid information about social services for child neglected by LPPM-BIMa. The result of this research, indicate the amount of 15 child neglected in Pajangan Bantul got the formal education services from LPPM-BIMa. The education problems responsible by LPPM-BIMa. This condition transform about social change in local community, causes the child neglected get studied opportunity. The expectation to community and institution concerned for child neglected social services given the social services for child neglected not only cost and equipment for school, but supplement feeding for their nutrient.

Kata Kunci : Pelayanan anak terlantar,Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat,Pelayanan pendidikan formal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.