Dampak reformulasi DAK tahun 2009 terhadap penerimaan DAK bidang kesehatan di Provinsi Gorontalo
WANTOGIA, Rita Rahayu, Dra. Sri Handaru Yuliati, M.B.A
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan DAK sejak dialokasikan pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 serta dampak reformulasi DAK tahun 2009 terutama terhadap penerimaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi Gorontalo. Akibat adanya kebijakan pemerintah melalui Departemen Keuangan melakukan perombakan formulasi penyaluran dana perimbangan termasuk DAK pada tahun 2009. Khusus untuk DAK reformulasi lebih kepada upaya untuk memperbaiki kriteria agar dapat menggambarkan kondisi daerah dengan lebih akurat. Hasil dari penelitian selama periode tahun anggaran 2003-2004 baru 3 (tiga) daerah di Provinsi Gorontalo yang menerima alokasi DAK Bidang Kesehatan yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo Tahun anggaran 2005-2008 DAK Bidang Kesehatan juga diberikan kepada daerah pemekaran dari Kabupaten Boalemo yaitu Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango, pemekaran dari Kabupaten Gorontalo. Untuk tahun anggaran 2009 diberikan juga kepada daerah pemekaran dari Kabupaten Gorontalo yaitu Kabupaten Gorontalo Utara. Di lihat dari data alokasi DAK Bidang Kesehatan secara bertahap mengalami peningkatan, namun dari hasil analisis dengan melakukan uji beda dua rata-rata untuk menguji tingkat kenaikkan penerimaan DAK Bidang Kesehatan antara sebelum dan sesudah reformulasi DAK dilaksanakan di Provinsi Gorontalo maka dapat disimpulkan tidak terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan sebelum reformulasi DAK dilaksanakan pada tahun 2009 di Provinsi Gorontalo. DAK Bidang Kesehatan ditujukan untuk meningkatkan mutu, daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan didaerah tertentu, khususnya untuk membiayai kebutuhan prasarana dan sarana pelayanan kesehatan dasar masyarakat yang belum mencapai standar tertentu atau untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Dengan adanya peningkatan sarana kesehatan diharapkan nanti akan berdampak pula terhadap peningkatan keterjangkauan pelayanan kesehatan pada masyarakat hal ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan hasil capaian indikator pelayanan kesehatan.
This research aims to know specific purpose grant ((DAK) growth since it has been alocated in 2003 until 2008. It also to reveal the impact of reformulation of DAK in 2009, especially toward the acceptansce of DAK in health field in Gorontalo Province. The governments policies through finance departement has change fund formulation including DAK in 2009. The reformulation of DAK in particular, concern more on the effort of changing criterion in order to describe the region condition accurately. In the beginning if implementation in 2003, DAK budget with amount Rp2.269,00 billion was only alocated into five fields. It further expanded into eleven fields in the 2008, with total budget reached Rp.21.202,14 billion. This is because, the fields were part of nasional priorities on that year. In its development, the role of DAK has become very significant in Gorontalo. Therefore, DAK in fact, is no longer considered as suplementary budget, because DAU and DBH are only enough to fulfill beurocracy needs. As a new province, Gorontalo still depends on central government through this balancing budget. It is approximately 80% of DAU is used for routine cost, especially civil servants financial resource in developing physical fasilities in Gorontalo. Althrough the qualitative analysis shows the decreasing DAK budget in health field in 2009 particularly in 4 regencies, the DAK revenue in Gorontalo province has increased 1 percent since 2008. In conclusion health infrastructure in province Gorontalo has heen better and well expande
Kata Kunci : Dana Alokasi Khusus (DAK),Provinsi Gorontalo,DAK,Reformulasi, specific purpose grant (DAK).