Laporkan Masalah

Penerapan manajemen aset pada tanah dan bangunan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara tahun 2009

RENNY, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen aset tanah dan bangunan dengan cara mengukur tingkat kepentingan (importance) dan kualitas kinerja (performance) dari faktor-faktor penting manajemen aset yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Maluku Utara Tahun 2009 dalam mengelola aset daerah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 60 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan barang daerah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Analysis, yaitu mengukur tingkat kepentingan suatu faktor yang memberi pengaruh kepada kualitas kinerja/pencapaian (Martilla dan James, 1977), dan uji Kruskal-Wallis, yaitu untuk menganalisis perbedaan persepsi antar level manajemen terhadap tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penerapan faktor-faktor penting manajemen aset terhadap tanah dan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan variabel dari faktor-faktor penting penerapan manajemen aset tanah dan bangunan, yaitu variabel pengawasan dan pemeliharaan terhadap aset tanah dan bangunan dilakukan secara periodik (berkala). Sementara itu, variabel yang kurang mendapat perhatian dan menempati tingkat kepentingan terendah adalah variabel transparansi biaya yang berkaitan dengan pengelolaan aset tanah dan bangunan. Hasil tingkat kinerja (performance) menunjukkan bahwa pengawasan dan pemeliharaan terhadap aset tanah dan bangunan dilakukan dengan baik dan secara periodik (berkala) telah dilaksanakan secara baik sesuai yang diharapkan, dan menempati urutan tertinggi. Di samping itu, variabel yang belum dilaksanakan secara baik dan menempati urutan terendah adalah variabel pendaftaran(sertifikasi) terhadap aset tanah. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa untuk tingkat kepentingan (importance) terdapat perbedaan persepsi antara manajemen atas dengan manajemen menengah dan bawah terhadap penerapan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan bangunan. Sedangkan, untuk tingkat kinerja (performance) tidak ada perbedaan persepsi antar level manajemen dalam melaksanakan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan banguanan.

This research has its objective to analyze land and building asset management implementation by quantifying importance level and performance quality from important factors of asset management which was implemented already by North Maluku Local Government in 2009 in maintaining local assets. This research was using purposive sampling technique with 60 respondents as its sample. Variables used in this research were referred to rules and regulations in accordance with local asset management. Analysis tool used in this research is Importance-Performance Analysis, that is, quantifying importance level of a factor which brings effect into performance/achievement quality (Martilla and James, 1977) and Kruskal-Wallis test, to analyze perception difference between management levels toward importance level and performance level of land and building asset management important factors implementation. Research result showed variables from land and building asset management important factors implementation, monitoring and maintenance variable towards land and building asset periodically. Meanwhile, variable which given less attention and was in the lowest importance level is cost transparency variable which related with land and building asset maintenance. Result from performance level showed that monitoring and maintenance towards land and building asset were conducted well and periodically just like expected, and had the highest rank. In addition, variable which had not conducted well and had the lowest rank is registration (certification) variable towards land asset. Kruskal-Wallis test showed that for importance level, there was a perceptional difference between top management with mid- and low-management towards land and building asset management important factors implementation. Meanwhile, for performance level, there was no perceptional difference between management levels in implementing important factors of land and building asset management.

Kata Kunci : Manajemen aset,Tanah dan bangunan,Provinsi Maluku Utara, Asset management; land and building; North Maluku Province.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.