Laporkan Masalah

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah Cabang Utama Solo 2009

AJI, Agung Siswanto Bayu, Dr. Soeratno, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat memberikan kesempatan masyarakat untuk turut terlibat dalam mengelola zakat melalui pembentukan lembaga amil zakat (LAZ). Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah Cabang Utama Solo (seterusnya disebut LAZiS) merupakan salah satu lembaga amil zakat yang dibentuk berdasarkan undang-undang tersebut. Sebagai lembaga nirlaba, eksistensi LAZiS ditentukan oleh donasi yang diberikan oleh masyarakat. Alasan donatur dan muzakki memanfaatkan jasa LAZiS untuk menyalurkan donasi dan zakat mereka adalah karena mereka percaya LAZiS akan amanah mengelola dana yang terkumpul dan menyalurkannya tepat sasaran. Kepercayaan itulah aset yang berharga bagi LAZiS. Tanpa ada kepercayaan dari masyarakat khususnya donatur, maka eksistensi LAZiS akan terancam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hubungan antara variabel fisik, pelayanan dan komunikasi dengan kepercayaan. Jumlah responden sebanyak 50 orang yang menggunakan jasa LAZiS dan berprofesi sebagai pegawai negeri serta karyawan BUMN. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kekuatan hubungan variabel fisik pada tingkat yang lemah terhadap kepercayaan donatur dan muzakki terhadap LAZiS. Variabel pelayanan dan variabel komunikasi memiliki tingkat kekuatan hubungan yang sedang terhadap variabel kepercayaan. Sementara itu berdasarkan pengolahan data menggunakan regresi katagori diperoleh hasil bahwa secara simultan 53,7 persen variasi dari variabel kepercayaan dapat diterangkan oleh ketiga variabel fisik, pelayanan dan komunikasi

The law number 38, 1999 on Management of Zakat gives an opportunity to people to get involved in managing zakat (charity) through the formation of Lembaga Amil Zakat (LAZ). LAZ Al-Ihsan Central Java, Solo branch (LAZiS), it is one LAZ that is formed based on the law mentioned above. As a non profit institution, the existence of LAZiS is determined by the donation given by the community. The reason of muzakkis (zakat givers) use LAZiS to deliver their donation or charity because they believe that LAZiS manages the collected fund and distribute them correctly. The trust is a valuable asset for LAZiS. Without any trust from the community, especially the donators, the existence of LAZiS will be threatened. The aim of this study is to analyze the correlation between physical, service, communication variables and the trust variable. The number of respondents is 50 persons that use the service of LAZiS and their professions are government officials and the employees of BUMN. The result of the data analysis shows that the correlation strength of the three variables and the trust variable that have been studied, it indicates that the physical variable has a weak level of relationship with the trust variable; while the service and communication variables have a medium level of relationship with the trust variable. Meanwhile, based on the data analysis on categorical regression obtains result that simultaneously, a 53.7 percent variation of trust variable can be explained by the physical, service and communication variables.

Kata Kunci : Aset sosial,Kepercayaan,Fisik,Pelayanan,komunikasi, social asset, trust, physical, service, communication


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.