Valuasi ekonomi Taman Kyai Langgeng dengan menggunakan pendekatan travel cost method di Kota Magelang tahun 2009
LUKMAN, Mohamad Arief, Drs. Ahmad Jamli, M.A
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPeningkatan pendapatan yang cukup signifikan dari Taman Kyai Langgeng Magelang dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa jumlah pengunjung juga semakin meningkat. Pengunjung memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan pendapatan. Tetapi hingga saat ini pihak pengelola belum mengetahui besarnya nilai aset yang dimiliki kecuali informasi dari ketetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk kepentingan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang dalam bentuk penetapan PBB yaitu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), di mana ketetapan NJOP PBB tahun 2009 untuk Taman Kyai Langgeng Magelang adalah Rp51.914.685.000,-, sedangkan nilai tersebut tidak mencerminkan nilai ekonomi berupa jasa rekreasi wisata alam dari Taman Kyai Langgeng, karena dalam penetapannya, untuk nilai tanah menggunakan pendekatan harga pasar wajar dan untuk nilai bangunannya menggunakan pendekatan biaya. Padahal nilai ekonomi jasa rekreasi ditentukan dari sisi permintaan, dalam hal ini pengunjung taman itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ke Taman Kyai Langgeng Magelang dan mengestimasi nilai ekonomi jasa rekreasi wisata alam Taman Kyai Langgeng Magelang dengan menggunakan pendekatan biaya perjalanan tahun 2009. Variabel dependen yang diukur pada penelitian ini adalah frekuensi kunjungan per individu dalam setahun, sedangkan variabel independen yang dikembangkan adalah variabel biaya perjalanan, variabel pendapatan keluarga, dummy substitusi tempat wisata lain yang sejenis, dummy persepsi fasilitas taman, dan dummy hari kunjungan. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kerat lintang hasil survei responden dengan kuisioner pada bulan Oktober 2009 di Taman Kyai Langgeng Magelang. Model ekonometrika digunakan dalam penelitian ini dan diestimasi dengan analisis regresi berganda (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel biaya perjalanan, pendapatan keluarga, substitusi, persepsi fasilitas dan hari kunjungan berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi kunjungan individu. Pendapatan keluarga, persepsi fasilitas dan hari kunjungan berpengaruh secara nyata dan positif terhadap frekuensi kunjungan individu. Biaya perjalanan dan substitusi tempat wisata sejenis berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap frekuensi kunjungan individu. Pendekatan Surplus konsumen untuk mengestimasi nilai ekonomi jasa rekreasi wisata alam Taman Kyai Langgeng Magelang tahun 2009 berada dalam interval Rp153.199.071.350 ‒ Rp897.081.841.440 dan estimasi nilai ekonomi anuitas keabadinya, dengan asumsi tingkat suku bunga 6,5 persen berada dalam interval Rp2.356.967.712.729 ‒ Rp13.801.604.130.555.
The revenue of Kyai Langgeng Park Magelang in recent year increases significantly. This indicates the increase in the number of the visitors. But the park authority has not known yet the exact value of the assets until now except from the provisions of the Sale Value of Tax Object (NJOP) which is useful for determining the Land and Building Tax (PBB). The NJOP is obtained from Pratama Tax Office Magelang in the form of the determination for the Notification of Tax Due (SPPT). From the office, the NJOP of Kyai Langgeng Park Magelang in 2009 was Rp51,914,685,000, whereas these values did not reflect precisely the economic value of services in nature tourism recreation of Kyai Langgeng Park. This results from the use of the fair market price approach and the cost approach in determining the value of the assets. Therefore, the economic value of recreational services is determined on the demand side. By using Travel Cost Method approach, this study aims to identify the factors affecting the frequency of visits and to estimate the economic value of nature tourism recreational services of Kyai Langgeng Park Magelang in 2009. This study measures the dependent variable (the frequency of visits per individual in a year) and the independent variables (travel cost, income, substitution dummy, dummy for perception on the available facilities, and dummy variable for the day visit). The primary data is cross-section which is obtained from the survey in October 2009. Econometric model is applied in the research and estimated by using Ordinary Least Squares. The study concludes that the variables of travel cost, income, substitution, facility perception, and the day visit significantly affect the frequency of visit. The variables of income, perception on the available facilities, and the day visit have positive effect on the frequency of visits. On contrary, the variables of travel cost and the substitution of similar resorts have negative one. The consumer surplus approch shows that the economic value of the nature tourism recreation services of Kyai Langgeng Park Magelang in 2009 should have the lowest value of Rp153,199,071,350 and the highest one of Rp897,081,841,440. In addition, for the economic value of perpetuity annuity with interest rate 6.5 percent, it is found that the lowest value is Rp2,356,967,712,729 and the highest one is Rp13,801,604,130,555.
Kata Kunci : Jasa rekreasi, Valuasi ekonomi, Metode biaya perjalanan individu, Surplus konsumen, recreational services, economic valuation, individual travel cost method, consumer surplus