Profil analisis biaya dan efektivitas obat asma pada pasien asma rawat jalan di RSUD Dr. Pirngadi Medan
LISTUHAYU, Lintang Antyaning, Dr. Achmad Purnomo, Apt
2010 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAsma dapat mengganggu aktivitas, tidak dapat disembuhkan bahkan, dapat menimbulkan kematian. Ketepatan pengobatan akan berpengaruh pada keberhasilan terapi. Tingkat keparahan asma sangat mempengaruhi biaya pengobatan untuk kesembuhan penyakit. Terkait dengan hal tersebut, telah dilakukan penelitian mengenai profil pasien asma, profil pengobatan, quality of life, serta biaya terapi dan efektivitas obat asma pasien asma di RSUD Dr.Pirngadi Medan. Jenis penelitian termasuk penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif. Subyek penelitian adalah pasien asma rawat jalan, minimal menerima satu bulan terapi, berusia > 12 tahun dan menggunakan inhalasi. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan cara concurrent dan retrospektif, dengan melakukan penyebaran kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire, wawancara langsung dan menggunakan data rekam medik pasien asma di RSUD Dr. Pirngadi Medan serta pengambilan perincian data daftar harga obat. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase berdasarkan total pasien, perhitungan biaya terapi, penilaian kualitas hidup, dan efektivitas obat asma. Dari hasil penelitian pada 58 pasien dan seluruhnya pasien ASKES, paling banyak pada usia 49-56 tahun (34,00%), dengan jenis kelamin perempuan (83,00%) dan jenis penyakit penyerta paling banyak adalah alergi (44,00%). Profil pengobatan pasien asma terbagi menjadi 6 kelas terapi yaitu anti asma, kortikosteroid, ekspektoran dan mukolitik, anti histamin, antibiotik, dan obat golongan lain. Biaya total rata-rata pengobatan pasien rawat jalan di RSUD Dr.Pirngadi Medan tiap bulan adalah sebesar Rp 456.318,02 + 103.921,78. Pengobatan pasien asma yang sangat efektif adalah penggunaan kombinasi terapi antara fenoterol HBr inhalasi + budesonide inhalasi + terbutaline sulfat oral (82,35%). Biaya yang paling rendah adalah fenoterol HBr inhalasi + teofilin oral sebesar Rp 288.949,7 + 39.174,79 tiap bulannya.
Asthma can bother the activities. It is incurable to death. Proper treatment influences the work of the therapy. The sickness level of asthma influences much the treatment cost. Related to that, this is a study about asthma patient profile, treatment profile, therapy cost, and the effectiveness of asthma patient medicine on Dr. Pirngadi Public Hospital, Medan. This research is non-experimental research with descriptive design. The subject is home treatment asthma patient with a month therapy minimum, in age of 12 years old or more, and using inhalation. The data is collected with concurrent and retrospective method by distributing Asthma Quality of Life Questionnaire, direct interview, using asthma patient medical record data of Dr.Pirngadi Public Hospital Medan, and taking the detail of medicines pricelist data. The data analysis is worked by calculating the percentage based on the total amount of the patient, therapy cost calculation, quality of life valuation, and asthma medicine effectiveness. From the research result of 58 health insurance patients, a lot of them are on the age of 49-56 years old (34,00%), female (83,00%), and the most companion disease is allergy 44,00%). Asthma patient treatment profile is divided into 6 classes. They are anti asthma, corticosteroid, expectorant and monolithic, anti histamine, antibiotic and other medicines group. The average total cost of home treatment on Dr. Pirngadi Public Hospital Medan per month is Rp.456.318,02 ± 103.921,78. The most effective treatment for asthma patient is using therapy combination between fenoterol HBr inhalation + budesonide inhalation + terbutaline sulfate oral with dosage 82,35%. The least cost is fenoterol HBr inhalation + tecofilin oral for Rp. 288. 949,70 ± 39.174,79 per month.
Kata Kunci : Asma,Quality of life,Biaya terapi,Efektivitas obat asma ; asthma, quality of life, therapy cost, effectiveness of asthma medicine.