Validasi metode penetapan kadar kuersetin ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) jenis jambu biji susu secara KLT-Densitometri
MOO, Dewi Rahmawaty, Prof. Dr. Wahyono, SU., Apt
2010 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPenggunaan obat tradisional telah dikenal luas di Indonesia baik untuk pemeliharaan kesehatan atau alternatif pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Namun, tanpa kajian ilmiah, penggunaan obat tradisional ini tidak dapat dilakukan untuk pelayanan kesehatan formal (modern) walaupun secara empirik khasiatnya telah terbukti. Pengembangan dan validasi metode KLT-densitometri yang sederhana, dengan tingkat ketelitian tinggi, dan sensitif telah dilakukan untuk mengukur kadar kuersetin ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) jenis jambu biji susu. Dengan metode maserasi, daun jambu biji diekstraksi menggunakan etanol 70 %. Metode KLT untuk analisis kuersetin dikembangkan dengan menggunakan plat KLT Silika gel 60 F254 dan komposisi toluen-aseton-metanol-asam formiat (26:8:5:1) sebagai fase gerak. Pengukuran kadar kuersetin dengan alat densitometri dilakukan pada λ = 300 nm. Validasi metode didasarkan pada parameter keterulangan, linearitas, batas deteksi (LOD), batas kuantitasi (LOQ), ketelitian untuk konsentrasi rendah dan tinggi, serta akurasi. Analisis data luas area densitogram memperlihatkan keterulangan dengan KV = 6 % untuk pengukuran kuersetin dengan konsentrasi 0,8 μg/totolan dan KV = 6,7 % untuk pengukuran kuersetin dalam ekstrak daun jambu biji jenis jambu biji susu. Data analisis regresi linear untuk kalibrasi totolan memperlihatkan hubungan linear dengan r = 0.996 pada rentang konsentrasi 0,4-1,6 μg/totolan kuersetin terhadap luas area densitogram. Batas deteksi (LOD) terhitung 0,071 μg/totolan kuersetin. Batas kuantitasi (LOQ) terhitung 0,237 μg/totolan kuersetin. Ketelitian untuk konsentrasi rendah (0,4 μg/totolan) adalah 4,1 % KV dan untuk konsentrasi tinggi (1,6 μg/totolan) adalah 7,1 %. Persen rekoveri terhitung 99,0-111,4 %. Daya resolusi terhitung 0,66.
The use of traditional medicine has been widely known in Indonesia for health care or alternative treatment of certain diseases. However, without scientific study, the use of traditional medicine can not be made for formal health services (modern) although its effect has been empirically proven. A simple, precise, and sensitive TLC-densitometry method was validated for determination of quercetin in Psidium guajava ethanol extracts “jambu biji susu†type. The leaves of guava were extracted using maceration method with ethanol 70%. The TLC of quercetin was performed on Silica gel 60 F254 TLC plates and tolueneacetone- methanol-formic acid (26:8:5:1) as mobile phases. Densitometric determination of quercetin was performed at λ = 300 nm. The validation of this method based on repeatability, linearity, limit of detection (LOD), limit of quantitation (LOQ), precision for low and high concentration, and accuracy. The analysis data for peak area showed a repeatability with CV = 6.0 % in the concentration of 0.8 μg/spot quercetin standard and CV = 6.7 % for determination of quercetin in Psidium guajava ethanol extracts “jambu biji susu†type. The linear regression analysis data for the calibration plots showed a linear relationship with r=0.996 in the concentration range of 0.4-1.6 μg/spot quercetin with respect to peak area. Limit of detection (LOD) was calculated as 0.071 μg/spot quercetin. Limit of quantitation (LOQ) was calculated as 0.237 μg/spot quercetin. Precision for low concentration (0.4 μg/spot) was 4.1 % CV and for high concentration (1.6 μg/spot) was 7.1 %. The percentage recoveries were calculated 99.0-111.4 %. The resolution was calculated 0,66.
Kata Kunci : Jambu biji,Psidium guajava Linn,Kuersetin,KLT,densitometri ; Psidium guajava L., quercetin, TLC-densitometry