Laporkan Masalah

Analisis kelayakan bisnis untuk pengembangan instalasi farmasi menjadi unit usaha mandiri di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

MAFRUHAH, Okti Ratna, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2010 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Instalasi Farmasi secara garis besar mempunyai aktivitas dalam pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan pasien (Anonim, 2004) sekaligus juga berperan sebagai salah satu unit bisnis strategis rumah sakit (Trisnantoro,2005). Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Sultan Agung (IFRSISA), Semarang,dapat dikatakan belum berperan maksimal sebagai unit pendapatan rumah sakit karena masih ada 20-25% opportunity cost pelayanan rawat jalan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan daya saing, pelayanan yang bermutu, dan pendapatan, IFRSISA diarahkan untuk dikembangkan menjadi unit usaha mandiri. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis kelayakan Instalasi Farmasi Rumah Sultan Agung Semarang menuju unit usaha mandiri ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, serta aspek keuangan. Jenis Penelitian mengikuti rancangan observational non-experimental. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data diambil dengan dua cara yaitu data primer dengan wawancara, kuesioner, sampling harga, dan data sekunder dengan mengambil data ketenagaan, jumlah kunjungan pasien, jumlah resep yang dilayani, data penjualan, data pembiayaan, dan data harga obat. Data dianalisis secara aspek pasar, pemasaran, teknik, dan keuangan.Analisis aspek pasar dan pemasaran serta aspek teknis menunjukkan investasi tersebut layak. Payback Period investasi dengan pertumbuhan 9% dan 10% adalah 7 tahun dan 6 tahun. NPV investasi dengan pertumbuhan 9% pada kondisi biaya modal optimis dan stabil adalah Rp 138.860,00 dan Rp 96.666.140,00. NPV investasi dengan pertumbuhan 10% pada kondisi biaya modal optimis (13,33%), stabil (14,33%) dan pesimis (15,33%) masing-masing adalah Rp 510.233.799,00; Rp 390.976.563,00; dan Rp 280.231.435,00. Analisis aspek keuangan Internal Rate of Return (IRR) dengan biaya modal stabil (14,33%) menunjukkan investasi pada pertumbuhan pesimis (7%) dan stabil (8%) tidak layak. IRR pertumbuhan optimis (9%) pada Cost of Capital (CoC) 14,33% adalah sama dengan CoC, atau break even point. Analisis sensitivitas IRR dengan pertumbuhan 10%, CoC 14,33% adalah 18,27%. Dengan demikian, Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dinyatakan layak untuk dijadikan Unit Usaha Mandiri ditinjau dari aspek keuangan jika menjaga pertumbuhan penjualan minimal 9% (CoC 14,33%).

The Hospital’s Pharmacy have two main roles: as a health services focuses on patient services (Anonim, 2004) and as a hospital strategic unit business (Trisnantoro, 2005). The Pharmacy of Sultan Agung Islamic Hospital’s,Semarang, has not yet achieved their maximum role as a hospital revenues unit due to 20-25% opportunity cost from the out-patient services. Therefore, aimed to improve the competitive edge, quality services, and income, The Hospital’s Pharmacy expands to be an independent business unit. The objective of this research is to investigate the feasibility of The Pharmacy of Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang as an independent business unit evaluated from the market,promotion, technical and financial aspect.This research performs the observational non-experimental design that are brought by qualitative and quantitative data. The data are gathered by two methods: primary and secondary data. The primary data taken from interview and questionnaire, and the secondary ones taking data from the personal department,amount of the patients, the number of prescription services, the number of sales,the number of expenses and the medicine price list. These data are analyzed from the aspect of market, promotion, technicality and finances.The result of market and promotion analysis and the technical analysis show that the investment is feasible. Payback period (PP) 9% and 10% growth are 7 years and 6 years. The financial analysis, Net Present Value (NPV) are Rp 138,800.00 and Rp 96,666,140.00 in 9% growth with optimistically and stable CoC. NPV 10% growth are Rp 510,233,799.00, Rp 390,976,563.00 and Rp 280,231,435.00 with optimistically CoC (13.33%), stable (14.33%) and pessimistically (15.33%). Internal Rate of Return (IRR), shows that the pessimistically growth (7%) and normal growth (8%) is inappropriate. In optimistically growth (9%) with CoC 14.33%, IRR is same with CoC or break even point. The IRR Sensitivity analysis is 18.27% in 10% growth with CoC 14.33%. Therefore, The Pharmacy of Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang tends to be feasible as an Independent Business Unit if it is able to maintenance the optimistically growth in 9% (CoC 14.33%).

Kata Kunci : Analisis kelayakan investasi,Unit usaha mandiri,Analisis sensitivitas,Instalasi farmasi RSI Sultan Agung Semarang,The Feasibility Study, Independent Business Unit, The Sensitivity analysis, The Pharmacy of Sultan Agung Islamic Hospital Semarang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.