Mitigasi bencana gerakan tanah di Desa Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung
SARI, Kartika, Teuku Faisal Fathani, ST., MT., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik SipilDesa Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung secara umum merupakan daerah perbukitan terjal sampai sangat terjal, dengan kondisi perbukitan yang tersusun dari endapan lempung pasiran. Hal ini menjadikan faktor penyebab terjadinya gerakan tanah. Disamping itu kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan semakin berkembangnya pemukiman serta aktivitas manusia, menjadi faktor pemicu terjadi gerakan tanah baik yang berskala kecil maupun besar yang dapat mengancam keselamatan jiwa penduduk setempat. Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh bencana gerakan tanah, perlu dibuat peta risiko (risk map) gerakan tanah yang merupakan perpaduan antara peta kerentanan (susceptibility map) dan peta kerawanan (vulnerability map) gerakan tanah. Sebagai upaya mitigasi terhadap daerah pemukiman yang masuk dalam zona risiko tinggi perlu dibuat peta evakuasi bencana gerakan tanah. Penyusunan peta kerentanan, kerawanan, risiko dan evakuasi bencana gerakan tanah dalam penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan 6 parameter penyebab kerentanan yaitu geologi, kelerengan, morfologi, jarak dari sesar, jarak dari sungaidan elevasi, serta 2 parameter penyebab kerawanan yaitu penggunaan lahan dan kepadatan bangunan/rumah. Data primer berupa data fisik diperoleh dengan cara survei dan identifikasi langsung ke lapangan serta interpretasi peta, sedang untuk data non fisik teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu diskusi dan wawancara, pendataan penduduk dan penyebaran kuesioner kepada 50 responden untuk mengetahui tingkat kapasitas masyarakat. Hasil dari penelitian ini berupa peta kerentanan, peta kerawanan serta peta risiko gerakan tanah, daerah yang masuk pada zona risiko tinggi yaitu Dusun Blawong Wetan, Blawong Kulon, Tlogowungu dan Muncar Lor. Berdasarkan kenyataan di lapangan titik-titik longsor yang terjadi terletak pada zona tinggi dan sedang.Sebagai upaya mitigasi untuk mengetahui tingkat kapasitas/kemapuan masyarakat dalam menghadapi bencana, dari hasil pengolahan kuesioner berdasarkan 3 kelompok pertanyaan (bencana gerakan tanah, sistem peringatan dini dan sosialisasi) masyarakat Desa Muncar telah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang tinggi terhadap bahaya gerakan tanah serta sistem peringatan dini, untuk sosialisasi masyarakat menilai masih kurang. Hasil pendataan penduduk yang dikelompokkan berdasarkan jumlah kelompok rentan (balita, anak-anak, ibu hamil, lansia dan cacat), kelompok potensi, alat transportasi dan ternak yang dimiliki masyarakat, digunakan sebagai data peta evakuasi bencana gerakan tanah untuk masing-masing dusun yang berada pada zona risiko tinggi.
Muncar Village at Gemawang, Temanggung District is a hilly area that mainly consists of steep hills, and is composed of sandy clay sediments which is one of the factors that cause land movement. Besides that, high intensity of rainfall and rapid development of human settlements and their activities become the trigger factor for small or large scale of land movement that can threaten the safety of local inhabitants. To reduce losses caused by land movement disaster, a risk map of land movement is highly needed. The risk map is a combination of susceptibility map and vulnerability map of land movement. As an effort to mitigate the residential area located in high-risk zones, it is necessary to make disaster evacuation maps of land movement. The establishment of susceptibility, vulnerability, risks and evacuation map of land movement disaster in this study was conducted by using Geographic Information System (GIS). This study uses 6 parameters of susceptibility causes, and 2 parameters of vulnerability causes. The parameters of susceptibility causes are geology, slope, morphology, distance from the fault, distance from the river, and elevation while the parameters of vulnerability causes are land use and density of buildings/houses. The primary data is physical data obtained by surveys, direct identification and interpretation of the field map. As for nonphysicaldata, data collection techniques used are discussions and interviews, and data collection and dissemination questionnaire to 50 respondents to determine the level of community capacity. The results of this study are susceptibility map, vulnerability map, and risk map of land movement. Areas considered high risk zones are Blawong Wetan, Blawong Kulon, Tlogowungu and Muncar Lor. Based on that, landslide occurrence is located in high and medium zones. As a mitigation effort to determine the level of capacity/ability of the society to cope with disasters, from the results of questionnaires process which were based on 3 categories of questions (land movement disaster, early warning systems and socialization), it can be concluded that Muncar villagers already have a high level of knowledge and understanding on land movement hazard and early warning systems, while socialization for these issues is considered inadequate. The results of data collection (the number of vulnerable group, potential group, transportation means, and livestock) are used to establish the evacuation map of land movement disaster in villages located at high risk zones.
Kata Kunci : Gerakan tanah,Peta kerentanan,Peta kerawanan,Peta risiko,Peta evakuasi ; land movement, susceptibility map, vulnerability map, risk map and evacuation maps