Laporkan Masalah

Peran indentitas sosial dan kontak antar kelompok terhadap pemaafan kelompok pada komunitas korban pasca konflik Ambon

PATTINAMA, Ventilisa, Prof. Dr. Bimo Walgito

2010 | Tesis | S2 Magister Sains Psikologi

Konflik Ambon merupakan suatu bentuk destruktif yang menghadapkan manusianya kepada perasaan-perasan negatif seperti, tragedi fisik, ketidakpercayaan, dan trauma, oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan perilaku memaafkan sebagai upaya memperbaiki hubungan yang retak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran identitas sosial dan kontak antar kelompok terhadap pemaafan antar kelompok pada komunitas korban pasca konflik Ambon. Adapun hipotesis dalam penelitian ini yaitu: (1) Ada hubungan antara identitas sosial dan kontak antar kelompok dengan pemaafan antar kelompok. (2) Ada hubungan antara identitas sosial dengan pemaafan antar kelompok. (3) Ada hubungan kontak antar kelompok dengan pemaafan antar kelompok. pemahaman mengenai teori identitas, kontak antar kelompok menjadi kajian dari pengembangan hubungan antar kelompok, khususnya pemaafan, disertai dengan pengetahuan tentang hubungan antar kelompok yang terjadi di Ambon, bai interaksi negatif seperti konflik, dan interaksi positif seperti budaya pela gandong Pengumpulan data menggunakan skala pemaafan antar kelompok, skala identitas sosial, dan skala kontak antar kelompok. Sebanyak 100 subjek yang berdomisili di Desa Batumerah dan Negeri Passo dengan kriteria pernah mengalami konflik, pernah mengungsi, dan ada anggota keluarga yang meninggal akibat konflik. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara identitas sosial dan kontak antar kelompok dengan pemaafan antar kelompok (F=51,698; ?=0,000; Rsquare=0,516). Ada hubungan antara identitas sosial dan pemaafan antar kelompok (F=10,911; ?=0,001; Rsquare=0,100). Ada hubungan antara kontak antar kelompok dan pemaafan antar kelompok (F=96,218; ?=0,000; Rsquare=0,495). pemaafan antar kelompok merupakan salah satu cara mereduksi konflik, karena merupakan bagian dari konsep perdamaian, bahwa ada promositindakan yang sifatnya non kekerasan, tanpa melupakan kultur sebagai bagian dari komunikasi budaya. pemaafan ada sebagia bentuk kesepakatan untuk mengakhiri kekerasan dan permusuhan serta membangun relasi baru yang didasarkan pada keharmonisan interaksi untuk mewujudkan tujuan bersama, dan membangun identitas bersama sebagai saudara se-pela dan se-gandong dalam jalinan yang tak tergoyahkan.

Ambonese conflict is a destruction system, as a result, ahuman are faced with physical tragedies, mistrust to others, and emotional trauma, cause of that a people need to improving forgiveness behavior as a reconstruction of break relationship. The aim of this research is to analyze the role of social identity and intergroup contact of intergroup forgiveness on victim community after conflict Ambon. The hypothesis of this research is (1) there is a relation between social identity and intergroup contact toward intergroup forgiveness. (2). There is a relation beetwen social identity and intergroup orgiveness. (3). There is a relation beetwen integroup contact and intergroup forgiveness. Approach social identity theory and intergroup contact theory is important to improvingf relation, especially intergroup forgiveness. therefore explore concept of intergroup relations at Ambon, like conflict and pela-gandong culture, be a conception of this research. The data were collected based on intergroup forgiveness scale, social identity scale, and intergoup contact scale. There are 100 subjects who living at Batumerah and Passo village, with this following criteria has experienced of conflict, reffugees, and has a familly die because of conflict. The multiple reggresion analysis was applied to analyze data. The research shows that there is a significant relation among social identity and intergroup contact toward integroup forgiveness with the value of F=51,698, ?=0,000, and Rsquare=0,516. There is significant relation beetwen social identity and intergroup forgiveness (F=10,911; ?=0,001; Rsquare=0,100), and there is a relation beetwen integroup contact and intergroup forgiveness with the value of F=96,218; ?=0,000 and Rsquare=0,495. intergroup forgiveness is a one way of conflict resolution in intergroup relations and bases of peace concept and respons to violence. forgiveness processes be a commitment to ending violence and revange with development new relationship and based of harmonic interaction to realize common goals and improving common identity in pela and gandong.

Kata Kunci : Pemaafan antar kelompok,Identitas sosial,Kontak antar kelompok,Komunitas korban,Intergroup forgiveness, social identity,intergroup contact,victim community


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.