Laporkan Masalah

Kadar Visfatin pada orang obes viseral

DINISARI, Ardiana, Prof. dr. H. A. Husain Adie, SpPD-KEMD

2010 | Tesis | S2 MSPPDS-Ilmu Penyakit Dalam

Obesitas merupakan masalah epidemiologi global serta ancaman serius bagi kesehatan, karena meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Obesitas dapat diukur dengan menentukan distribusi jaringan lemak yaitu obesitas sentral atau perifer. Obesitas sentral disebut juga obesitas abdominal atau obesitas viseral. Obesitas viseral ras Asia dinyatakan bila lingkar perut ≥90 cm untuk pria dan ≥80 cm untuk wanita. Visfatin merupakan suatu sitokin inflamasi yang kadarnya meningkat selama perkembangan obesitas viseral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar visfatin pada orang obes viseral dan non obes viseral. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada pasien Poliklinik Karyawan RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah usia 30-60 tahun dan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi yaitu adanya penggunaan steroid, penyakit infeksi, autoimun, keganasan dan DM. Subyek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok obes viseral dan non obes viseral. Kadar visfatin pada kedua kelompok diperiksa dan perbedaan rerata kadar visfatin pada kedua kelompok dianalisis. Didapatkan 39 subyek penelitian, terdiri dari 20 orang obes viseral dan 19 orang non obes viseral. Rerata kadar visfatin pada kelompok obes viseral lebih tinggi dibanding kelompok non obes viseral dan bermakna secara statistik (49,78±16,41 ng/ml dan 33,89±17,92 ng/ml; p=0,003). Kesimpulan pada penelitian ini kadar visfatin pada kelompok obes viseral lebih tinggi bermakna dibanding kelompok non obes viseral.

Obesity is a global epidemiology problem and a serious threat to health, because it increases morbidity and mortality rate. Obesity can be measured by adipose tissue distribution, that is central or peripheral obesity. Central obesity also named as abdominal or visceral obesity. Visceral obesity for Asian is defined if abdominal circumference ≥90 cm for men and ≥80 cm for women. Visfatin is an inflammation cytokine that its level increase during visceral obesity development. The objective of this study is to know the difference of visfatin level between person with visceral obesity and without visceral obesity. This study was a cross sectional study. The subjects were enrolled from Employee Polyclinic Dr.Sardjito Hospital Yogyakarta. The inclusion criteria are age 30-60 years old and signing informed consent. The exclusion criteria are using steroid, infection, autoimmune disease, malignancy and diabetes mellitus. Subject divided into two groups, that is visceral obesity and non visceral obesity group. Visfatin level in two groups are measured and mean difference of visfatin level between two groups is analyzed. There were 39 subjects consist of 20 person with visceral obesity and 19 person non visceral obesity. Mean of visfatin level in visceral obesity group is higher than non visceral obesity and it has statistically significance (49,78±16,41 ng/ml dan 33,89±17,92 ng/ml; p=0,003). The conclusion of this study was visfatin level significantly higher in visceral obesity compared with non visceral obesity.

Kata Kunci : Obes viseral,Visfatin, visceral obesity, visfatin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.