Laporkan Masalah

Hubungan antara hasil ujian tulis dan ujian praktik keterampilan komunikasi pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Unjani

SARI, Sylvia Mustika, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar Belakang. Komunikasi merupakan kompetensi klinis yang perlu dikuasai seorang dokter. Keterampilan komunikasi perlu diperkenalkan sejak tahun pertama pendidikan. Penilaian keterampilan komunikasi yang banyak digunakan adalah ujian praktik dengan OSCE. Pada pelaksanaannya, metode ini membutuhkan pengaturan yang kompleks serta menuntut ketersediaan dana yang tidak sedikit. Karenanya beberapa institusi mengembangkan metode ujian tulis dalam menguji keterampilan komunikasi. FK Unjani memiliki blok komunikasi pada tahun pertama pendidikan dan menggunakan ujian tulis sebagai metode penilaian pada akhir blok. Tujuan. Mengetahui hubungan ujian tulis dan ujian praktik komunikasi kemampuan mahasiswa tahun pertama pada, validitas dan reliabititas ujian tulis dalam menguji keterampilan komunikasi serta mengetahui kemampuan mahasiswa tahun pertama dalam ujian praktik komunikasi. Metode. Subjek penelitian adalah mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Unjani. Pada akhir blok komunikasi, mahasiswa diberikan ujian tulis dan praktik mengenai materi komunikasi dokter-pasien sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dilakukan pencarian bukti validitas dengan peninjauan ahli. Hasil. Inter-rater reliability pada nilai total ujian tulis (0,707) dan ujian praktik (0,735). Nilai rata-rata ujian tulis adalah 64,60 dan ujian praktik 76,44. Koefisien korelasi antara kedua nilai ujian tersebut berkisar antara (0,063) dan (0,127) pada taraf signifikansi 0,01. Dalam level item, koefisien korelasi terendah adalah dalam membina hubungan awal (-0,067), mengidentifikasi alasan kedatangan (0,030) dan mengumpulkan informasi (0,107). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara ujian tulis dan praktik komunikasi, sehingga diperlukan dua metode ujian tersebut dalam menguji kompetensi komunikasi. Ujian tulis terbukti memiliki concurrent validity yang rendah sehingga kurang valid namun cukup reliabel untuk menguji keterampilan komunikasi. Mahasiswa tahun pertama telah mampu melakukan praktik komunikasi dokter-pasien dengan sesuai dengan pencapaian kompetensi pada tujuan pembelajarannya.

Background. Communication is a core clinical skill that is essential for clinical competence, so it needs to be introduced since the first year of medical education. OSCE is commonly used to assess communication skills among undergraduate student. This method requires high cost and complex organization, therefore some institutions may develop a written assessment. Unjani Medical Faculty use written assessment to assess communication skills in first year communication block. Objective. To study the correlation between written and practical assessment of communication skills in first year medical students’, the validity and the reliability of the written test to assess communication skills, and also to find out the capability of the first year medical students in practical assessment of communication skills Methods. A cross sectional study was applied among first year students in the Medical Faculty of Unjani. At the end of communication block, students were given written assessment in MEQ format and practical assessment in one station with simulated patient that videotaped. Each of assessment was examined by two teachers. Result. Kappa coefficient for inter-rater reliability of written assessment (0.707) and practical assessment (0.735).The correlation coefficient between written and practical assessment was ranged (0.063 – 0.127, N= 120, p>0.01). On the item level, correlation coefficient in established initial rapport was (-0,067), identifying the reason(s) for consultation was (0,030) and gathering information was (0,107). This result showed a low concurrent validity of written test to assess communication skills. Conclusion. There was a minimal correlation between the written test and the communication practice; thus, written test could not predicted the students’ performance in communication skills. Although written assessment were reliable to assess communication skills, it had a low validity. The first year medical students are able to do the doctor – patient communication practice according to the learning objectives.

Kata Kunci : Keterampilan komunikasi,Penialain,Ujian praktik dan ujian tulis,communication skills,assessment,practical and written test.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.