Laporkan Masalah

Keefektifan pembelajaran klinik model microskill terhadap kualitas supervisi klinik di Program Studi Keperawatan Magelang Poltekkes Depkes Semarang

SUNARKO, dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar Belakang. Pendidikan klinik membutuhkan supervisor yang mempunyai kemampuan dalam membimbing praktik klinik mahasiswa. Untuk mencapai kemampuan itu, mereka harus dipersiapkan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pembelajaran klinik model microskill terhadap kualitas supervisi klinik pada mahasiswa keperawatan. Metode. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dan desain penelitian adalah eksperimental semu. Subjek penelitian terdiri dari 91 mahasiswa tahun ketiga Program Studi Keperawatan Magelang Politeknik Kesehatan Depkes Semarang. Kelompok eksperimen terdiri dari 44 mahasiswa dan kelompok kontrol terdiri dari 47 mahasiswa, dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kuisioner penelitian terdiri dari 21 item yang dikembangkan dari 5 domain microskill. Intervensi yang diberikan adalah model pembelajaran klinik model microskill, yang dilakukan selama 2 minggu dalam 1 rotasi praktik klinik. Hasil. Pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan kualitas supervisi klinik antara pretest dan posttest. Pada kelompok eksperimen ada perbedaan antara pretest dan posttest, dan ada perbedaan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dari analisis perbedaan mean dari 21 item, 9 item mengalami peningkatan kualitas, sedangkan 12 item tidak mengalami peningkatan. Kesimpulan. Pembelajaran klinik menggunakan model microskill lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran klinik yang konvensional, dalam meningkatkan kualitas supervisi klinik mahasiswa keperawatan.

Background. Education of clinic requires supervisor of having ability to guide student. To reach that ability, they have to be drawn up so that reaching the condition as needed. Objective. The aim of this study is to evaluate the effect of microskills intervention on nursing student teaching skill. Method. Research method is quantitative approach with quasy experimental research design. Subject of research is 91 students of the third year of Study Program Nursing Magelang Health Polytechnic Semarang. Intervention group is 44 students and control group is 47 students with purposive sampling. Research questioner consist of 21 developed items from 5 microskills domains. Intervention is clinical teaching model microskill during 2 weeks in a rotation of clinical practice. Result. There no difference of quality clinical supervision between pretest and posttest at control group. There is difference of quality clinical supervision between pretest and posttest at experiment group, and there is differences quality of clinical supervision between control group and experiment group. Result of difference mean test from 21 items, 9 items show significant improvement of quality and 12 items show not significant improvement of quality clinical supervision. Conclusion. Clinical teaching using microskills model is more effective compared to conventional clinical supervision in improving the quality of nursing student clinical supervision.

Kata Kunci : Pendidikan kedokteran, Microskills, One-minute preceptor, Supervisi klinik, Pembimbing klinik, Pembelajaran klinik, Keperawatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.