Kajian manajemen pelaksanaan pengembangan kelurahan siaga di Kelurahan Eka Jaya wilayah Puskesmas Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi tahun 2009
RULIANTO, Yosi, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
2010 | Tesis | S2 IKM-Kebijakan dan Manajemen Pelayanan KesehatanLatar Belakang: Tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi,munculnya kembali berbagai penyakit lama seperti malaria, DBD, diare dan TBC paru, merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat pandemik seperti HIV/AIDS, SARS dan flu burung. Untuk menyelesaikan masalah tersebut pemerintah menetapkan SK Menkes Nomor: 564/MENKES/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga Propinsi Jambi melalui Gubernur Jambi dalam tahun 2007 telah mencanangkan program desa siaga tingkat Provinsi yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota kemudian menandatangani komitmen untuk mendukung sepenuhnya program desa siaga. Kota Jambi tidak mempunyai desa maka dikatakan Kelurahan Siaga, Walikota sangat mendukung untuk pengembangan desa siaga. Kelurahan Eka Jaya sejak tahun 2006 yang lalu sudah di tetapkan sebagai kelurahan siaga oleh Dinas Kesehatan Kota Jambi. Tujuan Penelitian: Diperolehnya gambaran pengembanganpengembangan Kelurahan Siaga di Kelurahan Eka Jaya kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi tahun 2009. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus dengan mengunakan data kualitatif. Analisis data bertujuan untuk melihat gambaran Manajemen Pengembangan Kelurahan Siaga di Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi Tahun 2009 data didapat menggunakan wawancara mendalam dan telaah dokumen Hasil: Kebijakan Pemerintah Kota dalam pelaksanaan kelurahan siaga cukup baik namun soal dana operasional kelurahan siaga selalu mengalami keterlambatan dalam hal pencairan. Bidan di poskedes selalu melayani masyarakat namun butuh tambahan tenaga bidan lagi dikarenakan beban kera yang terlalu banyak. Peran serta masyarakat cukup baik dalam mendukung program kelurahan siaga dengan menempatkan 2 kadernya setiap hari diposkesdes. Kesimpulan: Persyaratan ketenagaan Poskesdes sudah dipenuhi. Biaya tiap kali berobat diposkesdes sebesar Rp. 1500 dan Anggaran diposkesdes pada tahun 2009 dari Pemkot Kota ada. Peran serta masyarakat dalam pengembangan keluarahan siaga cukup baik dengan aktifnya kader dan toma dalam pelaksanaan Poskesdes. Pemerintah kota dan pemangku kebijakan ikut dalam mengembangkan kelurahan siaga terbukti masuk dalam program pemerintah kota Jambi.
Background: High maternal and infant mortality rate, the re-emergence of diseases such as malaria, DHF, diarrhea and lung tuberculosis, emerging pandemic diseases such as HIV/AIDS, SARS and avian flu are major health problem in Indonesia. To solve the problem, the government through the Ministry of Health issues a decree No. 564/MENKES/SK/VIII/2006 on Implementation Guideline of Alert Village Development of the Province of Jambi through the Governor of Jambi 2007 by establishing a program of alert village at the provincial level. Head of Jambi municipal government positively supports the development of alert village and since 2006 Eka Jaya at the area of Jambi Municipality has been determined as an alert village by Jambi Municipal Health Office. Objective: To get an overview of the development of alert village at Eka Jaya, Subdistrict of Jambi Selatan, Jambi Municipality 2009. Method: This was a case study that used qualitative data obtained through indepth interview and document studies. Result: The policy of municipal government in the implementation of alert village was relatively good but there was always delay in the provision of operational budget for alert village. Midwives at village health posts needed additional staff because of too much workload. Participation of the community in the program was relatively good; there were 2 cadres in each village health post available daily. Conclusion: Prerequisite of human resources for village health post had been fulfilled. Cost per visit at village health post was Rp 1,500 and budget for village health post in 2009 from the municipal government was available. Community participation in the program was relatively good with active cadres in the implementation of village health post. Municipal government and policy makers participated in the development of alert village at Jambi municipal government.
Kata Kunci : Kelurahan Siaga,Eka Jaya,Kota Jambi,Pengembangan,Dinas kesehatan, alert village, Eka Jaya, Jambi Municipality