Laporkan Masalah

Akses pelayanan puskesmas setelah kebijakan pelayanan kesehatan gratis di Kota Lubuk Linggau

EFRANSYAH, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD

2010 | Tesis | S2 IKM-Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi

Latarbelakang: Kota Lubuklinggau melaksanakan berobat gratis sebagai pelaksanaan Program Jamsoskes Sumsel Semesta. Berobat gratis diberikan kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan yang belum dijamin olah asuransi yang lain. Masyarakat yang menjadi sasaran program berobat gratis adalah seluruh masyarakat tetapi pada peleksanaanya kelompok yang memanfaatkan identik dengan masyarakat miskin. Sebagai pelaksana pelayanan adalah fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan jejaringnya. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani pelayanan kesehatan gratis. Dengan adanya pelayanan kesehatan gratis diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat ke Puskesmas. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui akses pelayanan Puskesmas oleh masyarakat miskin setelah kebijakan pelayanan kesehatan gratis di kota Lubuklinggau Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif data disajikan secara deskriptif. Penelitian dilakukan di tiga Puskesmas di Kota Lubuklinggau, sebagai subyek penelitian adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Pimpinan Puskesmas, tenaga kesehatan Puskesmas dan masyarakat. Instrumen penelitian adalah panduan wawancara mendalam. Analisis data dengan membuat transkrip hasil wawancara mendalam, melakukan coding atau kategorial data, melakukan keabsahan data yang diperoleh dengan metode triangulasi, interpretasi dan mengambil kesimpulan. Hasil Penelitian: 1). Kelompok yang memanfaatkan berobat gratis program Jamsoskes Semesta identik dengan masyarakat miskin, 2) kesulitan dalam mengakses puskesmas karena faktor transportasi, 3) Manajemen Puskesmas dalam melaksanakan program berobat gratis belum dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, 4)Kapasitas pelayanan yang diberikan belum diikuti dengan kualitas pelayanan yang diharapkan masyarakat, 5) Waktu pelayanan hanya terbatas pada jam kerja, 6). Persyaratan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis program Jamsoskes melalui birokrasi yang panjang. Kesimpulan: Masyarakat miskin lebih membutuhkan pelayanan kesehatan gratis, Faktor transportasi sebagai penghambat akses ke puskesmas, pelayanan yang diberikan belum memuaskan masyarakat, waktu pelayanan puskesmas masih terbatas, Persyaratan penggunaan Jamsoskes dirasa memberatkan masyarakat.

Background: Lubuklinggau Municipality adopts free medication as the implementation of health social insurance program of Semesta Sumatera Selatan. Free medication is provided for the population of Sumatera Selatan that have not been covered by other insurances. The target of free medication are all communities that belong to poor communities. The service providers are health facilities owned by the government and their network. Health centers are health service facilities that provide free health service. The provision of free health service is expected to improve access of the community to health centers. Objective: To identify access to health center service by poor communities post free health service policy at Lubuklinggau Municipality. Method: The study used qualitative data presented descriptively. It was undertaken in three health centers at Lubuklinggau Municipality. Subject of the study were head of Lubuklinggau municipal health office, head of health centers, health staff at health centers and the community. Data were obtained through indepth interview. Data were analyzed through transcript of indepth interview result, coding or data categorization, checking of data vality using triangulation method and making conclusion. Result: 1) The group that utilized free medication of health social insurance program Semesta belonged to poor communities; 2) They found difficulties in accessing health centers due to transportation factor; 3) The management of health centers in the implementation of free medication program had not been done as planned and continuously; 4) Service capacity had not been followed by quality of service as expected by the community; 5) Service hours were limited during working/office hours; 6) To fulfill the requirement for free health service of health social insurance program the community had to undergo cumbersome bureaucracy. Conclusion: Poor communities had greater need for free health service; transportation was the problem of access to health centers; the service provided had not satisfied the community; service hours of health centers were limited; the community had difficulties in fulfilling the requirement of health social insurance.

Kata Kunci : Kebijakan pelayanan kesehatan gratis,Karakteristik konsumen,Faktor Puskesmas,Persyaratan penggunaan Jamsoskes,Sumatera Selatan Semesta,Akses pelayanan puskesmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.