Laporkan Masalah

Evaluasi penerapan sistem informasi Puskesmas Barito Kuala (SIMPUSBAKU) di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan

GHANI, Muhammad Albar, Anis Fuad, S.Ked., DEA

2010 | Tesis | S2 IKM-Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

Latar belakang: Sistem informasi kesehatan adalah penunjang manajemen kesehatan dalam mendukung kinerja pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala mencoba menerapkan sistem informasi puskesmas berbasis komputer dengan nama Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Barito Kuala (SIMPUSBAKU) pada tahun 2008 yang dilaksanakan dengan metode pilot project di Puskesmas Berangas. Dengan demikian diperlukan evaluasi mengenai hasil penerapan sistem tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan SIMPUSBAKU di Kabupaten Barito Kuala dalam aspek implementasi, proses data, pemanfaatan informasi, serta dukungan dan hambatan dalam penerapan sistem. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif menggunakan metode kualitatif pada Puskesmas Berangas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil Penelitian: Siklus pengembangan sistem tidak dilaksanakan dengan lengkap karena belum dilaksanakan tahapan evaluasi software. Terdapat perbedaan harapan antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas mengenai tujuan penerapan sistem. Penerimaan sistem baik karena pengguna merasa sistem bermanfaat. Fasilitas software belum lengkap sehingga penggunaan untuk pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data masih perlu dibantu dengan software lain. Cakupan data output masih terbatas pada pelayanan puskesmas induk sehingga pemanfaatan utama SIMPUSBAKU adalah sebagai sumber data untuk identifikasi masalah kesehatan lokal, perencanaan obat puskesmas, evaluasi dalam supervisi atau bimbingan teknis, dan pengambilan keputusan taktis di puskesmas, sementara untuk perencanaan tahunan puskesmas, evaluasi penilaian kinerja puskesmas, pengambilan keputusan Dinas Kesehatan, dan advokasi, SIMPUSBAKU belum berperan. Faktor pendukung adalah dana, komitmen, kepemimpinan, dan penerimaan sistem yang baik, sedangkan penghambat adalah infrastruktur listrik dan belum adanya tenaga pengelola teknologi informasi internal. Kesimpulan: Penerapan Simpusbaku berjalan baik untuk pelaksanaan pelayanan rawat jalan puskesmas, tetapi cakupan data yang belum lengkap mengakibatkan ouput informasi belum dapat digunakan secara penuh dalam pelaksanaan manajemen puskesmas dan dinas kesehatan.

Background: Health information system supports the administration of health management in maintaining health service performance. District Health Office of Barito Kuala had attempted to develop a computer-based health information system called Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Barito Kuala (SIMPUSBAKU) by implementing the system as a pilot project in Puskesmas Berangas in 2008. Therefore, evaluation is needed to asses the results of the implementation. Objective: The study was aimed to evaluate the implementation of SIMPUSBAKU from the aspects of system implementation stages, recording and reporting processes, utilization of informations, supports, and challenges to implementation. Method: This was a descriptive study with case study design, using qualitative method conducted in Puskesmas Berangas and District Health Office of Barito Kuala. In-depth interview and observation were used to collect data. Result: Development life cycle was not conducted thoroughly due to omission of software evaluation process. There were different expectations between Health Office and Health Center about the purpose of the system. User acceptance was good, because system was perceived useful. Incomplete software features for collecting, processing, analysing, and presenting the health data caused data coverage limited to main health center outpatient service results and the system had to be assisted by other software. Limitation of data coverage affected SIMPUSBAKU utilization primarily as a source of data for identifying local health problems, medicine planning, evaluation in supervision or technical guidance, and tactical decision-making in Health Center, whereas for the annual planning, health center performance evaluation, Health Office decision-making, and advocacy, SIMPUSBAKU output was not used. Supporting factors were funds, commitment, health center leadership, and good system acceptance. Challenges were lack of electricity and human resources for information technology administration. Conclusion: Implementation of SIMPUSBAKU was sufficient for outpatient service in health center, but the incomplete data coverage of the software limited the utilization of information in the management of health centers and health services.

Kata Kunci : SIMPUSBAKU,Penerapan sistem,Penggunaan informasi,Evaluasi,SIMPUSBAKU, ystem implementation,information usage,evaluation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.