Disfungsi ereksi pada penderita stroke di Rumah Sakit Dr. Muwardi Surakarta
SANTOSO, Totok Budi, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., MSc., ScD
2010 | Tesis | S2 IKM-Kesehatan Ibu dan Anak-Kesehatan ReproduksiLatar Belakang: Stroke merupakan problem kesehatan besar di seluruh negara-negara industri. Namun, perhatian profesional rehabilitasi terhadap kehidupan seksual penderita stroke masih kurang. Padahal kehidupan seksual merupakan salah satu aspek penentu tinggi-rendahnya kualitas hidup manusia. Tujuan: Diketahuinya tingkat risiko disfungsi ereksi dan menggambarkan hubungan faktor risiko diabetes melitus dan hipertensi terhadap disfungsi ereksi penderita stroke. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan kohor retrospektif untuk mengetahui risiko disfungsi ereksi pada pasien stroke di rumah sakit umum daerah Dr Moewardi Surakarta. Subjek penelitian berjumlah 160 orang yang terdiri atas 81 pasien stroke dan 79 bukan pasien stroke yang berusia antara 30 sampai 79 tahun yang diambil secara berurutan. Pengukuran disfungsi ereksi menggunakan International Index of Erectile function /IIEF-5. Analisis data menggunakan analisis univariabel, bivariabel (Chi Square) dan multivariabel menggunakan regressi logistik. Hasil: Insiden disfungsi ereksi pada penderita stroke lebih tinggi dibandingkan dengan bukan penderita stroke (OR= 5,8; 95% CI: 2,9-11,7). Insiden disfungsi ereksi pada penderita stroke yang memiliki faktor risiko diabetes melitus lebih tinggi dibandingkan yang yang tidak memiliki diabetes melitus (OR= 5,6; 95% CI: 2,4-13,3). Insiden disfungsi ereksi pada penderita stroke yang memiliki faktor risiko hipertensi lebih tinggi dibanding yang tidak memiliki hipertensi (OR= 4,2; 95% CI: 1,9-8,9). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa insiden disfungsi ereksi pada penderita stroke lebih tinggi dibandingkan dengan bukan penderita stroke.
Background: Stroke is a big health problem in all industrial nations. The attention of rehabilitation professionals toward sexual life of stroke patient is still seldom, whereas sexual life is important toward quality of life. Objective: To study the incidence of erectile dysfunction and the relationship between the risk factor namely diabetes mellitus and hypertension among stroke patients. Method: This was a retrospective cohort study of erectile dysfunction among stroke patients in Dr Moewardi general hospital in Surakarta. The study subjects were 160 men consists of 81 stroke patients and 79 non stroke patients aged 30 to 79 years, recruited by consecutive sampling. The measurement of erectile dysfunction used International Index of Erectile function/IIEF-5. Data were analyzed using univariable analysis, bivariable analysis with chi-square test and multivariable analysis with logistic regression. Results: The incidence of erectile dysfunction among stroke patients were higher than non stroke patients (OR= 5,8; 95%CI: 2,9-11,7). The Incidence of erectile dysfunction among stroke patients having risk factor of diabetes mellitus were higher than haven’t (OR= 5,6; 95%CI: 2,4-13,3). The Incidence of erectile dysfunction among stroke patients having risk factor of hypertension were higher than haven’t (OR= 4,2; 95%CI: 1,9-8,9). Conclusion: The results of the study have shown that the incidence of erectile dysfunction was higher among stroke patients compared with non stroke patient.
Kata Kunci : Stroke,Disfungsi ereksi,Stroke,erectile dysfunction.