Perawatan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Umum Kabupaten Manokwari tahun 2009
SAIFOEDDIN, Siti Ramlah, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed., Ph.D
2010 | Tesis | S2 IKM-Kesehatan Ibu dan Anak-Kesehatan ReproduksiLatar Belakang: Kontribusi terhadap kematian bayi baru lahir paling dominan disebabkan karena berat badan lahir yang rendah (BBLR). Di negara berkembang, termasuk Indonesia morbiditas dan mortalitas BBLR masih tinggi. Kabupaten Manokwari angka BBLR tahun 2008 sebesar 12,5%, lebih tinggi dari angka nasional yaitu 5,6%. Umumnya di bangsal bayi baru lahir yang memiliki sarana inkubator lengkap, masih terbatas jumlahnya dan ditambah dengan mahalnya biaya perawatan, sehingga dikembangkan cara perawatan metode kanguru (PMK). Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh PMK terhadap peningkatan berat badan dan kejadian hipotermi pada bayi BBLR. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan rancangan kohort prospektif. Subjek penelitian adalah bayi BBLR, dengan berat lahir 1500-2500 gram tanpa memandang usia kehamilan di Rumah Sakit Umum Kab. Manokwari, yang dipilih secara consecutive sampling. Jumlah subjek untuk penelitian ini adalah total sampel yaitu seluruh bayi BBLR yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi selama minggu pertama bulan Juni sampai dengan minggu kedua bulan Agustus 2009, yaitu 36 bayi BBLR. Variabel bebas perawatan metode kanguru, variabel terikat adalah peningkatan berat badan dan hipotermi, variabel luarnya adalah pemberian minum, usia kehamilan dan pendidikan ibu. Analisa data menggunakan uji t, uji chi square, regresi linier dan regresi logistik dengan nilai p<0,05 dan risk ratio (RR) dengan 95% confidence interval (CI). Hasil: Rata-rata kenaikan berat badan bayi BBLR yang dirawat selama 6 hari dengan metode kanguru lama lebih besar dibandingkan dengan yang dirawat dengan metode kanguru yang tidak lama. Perbedaannya sebesar 15,52 gram. Perawatan metode kanguru yang tidak lama berisiko 2,12 kali untuk terjadi hipotermi dibandingkan PMK yang lama (RR=2,12, p value=0,00, 95%CI=1,14-3,94). Hasil analisis multivariat, variabel pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap hubungan antara PMK dengan peningkatan berat badan dan hipotermi. Kesimpulan: Perawatan metode kanguru lama yang dirawat selama 6 hari peningkatan berat badannya lebih besar dibandingkan dengan yang dirawat metode kanguru yang tidak lama. Perbedaannya sebesar 15,52 gram. Perawatan metode kanguru yang tidak lama berisiko 2,12 kali untuk terjadi hipotermi dibandingkan dengan yang dirawat metode kanguru yang lama.
Background: Neonatal mortality is dominantly caused by low birth weight (LBW). In developing countries including Indonesia, LBW morbidity and mortality are still relatively high. At District of Manokwari LBW rate in 2008 was 12,5%, higher than the national figure of 5.6%. Wards of neonates usually do not have adequate incubator facilities; meanwhile cost of care is expensive, so it is necessary to develop kangoroo method of care (KMC). Objective: To identify the effect of KMC to weight increase and the incidence of hypotherm in LBW infants. Method: The study was observational with prospective cohort design. Subject of the study were LBW infants of 1500 – 2500 regardless gestation period at Manokwari District Hospital taken with consecutive sampling technique. Subject were total samples of all LBW infants that belonged to inclusion and exclusion criteria in the first week of June to the second week of August 2009 with as many as 36 LBW infants. The independent variable was KMC, the dependent variables were weight increase and hypotherm, the external variables were feeding, gestation period and education of mothers. Data analysis used t-test, chi square test, linear regression and logistic regression with p<0.05 and RR at 95% CI. Result: Average weight increase of LBW infants treated for 6 days with KMC in longer period of time was higher than those treated by KMC in shorter period of time. The difference was as much as 15.52 grams. Shorter KMC had risk 2.12 times greater for the incidence of hypotherm than longer KMC (RR=2.12, p=0.00, 95% CI=1.14 – 3.94). The result of multivariate analysis showed education of mothers did not affect association between KMC and weight increase and hypotherm. Conclusion: The treatment using kangaroo method in longer period of time for 6 days could likely increase infants average weight which was 15,52 gram compared to that using kangaroo method in shorter period of time. Short KMC had risk 2.12 times greater for hypotherm than longer KMC.
Kata Kunci : Metode kanguru,BBLR,Berat badan,Hipotermi, kangoroo method, LBW, weight increase, hypotherm