Ketersediaan ammonium di tanah sawah berjenis mineral lempung metahaloisit dan montmorilonit yang dikelola secara non organik dan organik di tiga Kabupaten DIY
MUFRIAH, Dini, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.Agr.Sc
2010 | Tesis | S2 Ilmu TanahProduksi ammonium merupakan kunci ketersediaan hara nitrogen di tanah sawah. Bentuk ammonium yang utama tersedia dalam tanah sawah adalah NH4 +(rumus) yang dapat dipertukarkan pada kompleks jerapan tanah (NH4 +-dd)(rumus) dan NH4 +(rumus) dalam larutan tanah. Beberapa penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa terdapat pengaruh KPK, bahan organik, dan kondisi redoks tanah terhadap ketersediaan ammonium di tanah sawah, namun belum dilaporkan secara jelas bagaimana pengaruh faktor tanah tersebut pada tanah sawah dengan karakteristik tanah berbeda akibat perbedaan kandungan mineral lempung dan bentuk pengelolaan lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KPK tanah, bahan organik, Fe2+ tanah dan potensial redoks terhadap ketersediaan ammonium pada tanah sawah berjenis mineral lempung Metahaloisit dan Montmorilonit yang dikelola secara non organik dan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan NH4 +-dd(rumus)) di tanah sawah yang mengandung mineral lempung Metahaloisit dan dikelola secara non organik memiliki hubungan positif dan signifikan dengan KPK tanah, yang menunjukkan bahwa kenaikan nilai KPK tanah sawah akan diikuti dengan meningkatnya NH4 +(rumus) pada kompleks jerapan tanah. Sedangkan hubungan antara ketersediaan NH4 +-dd(rumus) dengan Fe2+(rumus) bersifat negatif dan signifikan yang mengindikasikan adanya pendesakan NH4 +(rumus) pada kompleks jerapan tanah oleh Fe2+ (rumus). Pada tanah sawah yang dikelola secara organik, yang mengandung mineral lempung Metahaloisit dan Montmorilonit, penambahan bahan organik menyebabkan meningkatnya ketersediaan NH4 +-dd(rumus) serta hubungan antara ketersediaan NH4 +-dd(rumus) dengan kadar C organik tanah bersifat positif dan signifikan. Ketersediaan NH4 +-dd(rumus) di tanah sawah yang mengandung mineral lempung Montmorilonit tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan KPK dan Fe2+(rumus) tanah, sebagai akibat dari sifat mineral lempung Montmorilonit yang dapat memfiksasi dan melepaskan NH4 +(rumus) dari interlayer mineral tersebut dalam keadaan reduksi sehingga mempengaruhi ketersediaan NH4 +(rumus). Hal ini terbukti dari adanya hubungan negatif yang signifikan antara ketersediaan NH4 +-dd(rumus) dengan nilai potensial redoks tanah (Eh) pada tanah sawah yang dikelola secara non organik dan organik
Ammonium production is the key process for nitrogen (N) nutrition of wetland rice. Available NH4 +(formula) in paddy soils occurs in two forms namely, adsorbed onto cation exchange sites in soil (exchangeable NH4 +(formula)) and present in the soil solution. Numerous researchers have reported the influence of soil CEC, soil organic matter, and reduction level toward ammonium availability in paddy soils, but little information is available on the relationship between those soil factors and the amount of NH4 +(formula) in paddy soil under different soil characters such as different soil minerals and soil cultivation. The objective of this research is to find out the influence of soil CEC, soil organic matter, available Fe2+(formula) and reduction level toward the availability of ammonium in paddy soils were dominated by Metahalloysite and Montmorillonite and differently managed soils (conventional and organic). The results of this research indicated that the exchangeable NH4 +(formula), in field containing Metahalloysite clay mineral and was managed conventionally, had the positive significant relationship with soil CEC that indicated the increase of soil CEC value in paddy soils would increase the NH4 +(formula) in the complex soil absorption. While the exchangeable NH4 + had negative and significant relationship with soil Fe2+(formula) that indicated ferrous iron occupied the cation adsorption sites in soil and resulting exchangeable NH4 +(formula) decreased. The addition of organic material in rice field containing Metahalloysite and Montmorillonite caused increasing of available ammonium and there was positive and significant relationship between soil organic C and exchangeable NH4 +(formula). While the exchangeable NH4 +(formula) in paddy soils containing Montmorillonite had no significant relationship with CEC and soil Fe2+(formula), but it had negative significant relationship with the value of soil redox potential (Eh) in paddy soils which were managed both conventionally and organically.
Kata Kunci : NH4,dd dalam larutan,NH4 dalam larutan,Tanah sawah,Metahaloisit,Montmorilonit,KPK,Fe2Exchangeable NH4 + and NH4 + in solution, paddy soils, Metahalloysite, Montmorillonite, CEC, Fe2+