Laporkan Masalah

Pemberdayaan masyarakat melalui proyek gaduhan sapi potong di Kecamatan Oba Tengah dan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara

DJAELANI, Supriyanti, Dr. Ir. Rini Widati, MS

2010 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Untuk mengevaluasi finansial Proyek Sistem Gaduhan Sapi Potong di Oba Tengah dan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara, survei dilakukan pada 30 responden secara purposive sampling menggunakan kuesioner pada bulan juli sampai September 2009. Analisis data menggunakan kriteria Benefit/Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan net farm income dari masing-masing peternak dengan mempertimbangkan sebelum dan sesudah mengikuti proyek. Menggunakan tingkat bunga 12% dalam 4 tahun, bila peternak tidak mengikuti proyek, NPV senilai Rp 17.185.232 sedangkan bila mengikuti proyek, NPV senilai Rp 25.492.426 dengan asumsi memasukkan penerimaan dari perkebunan, hal ini berarti ada kenaikan pendapatan sebesar 67.41%, peningkatan tenaga kerja sebesar 5,34% dan peningkatan populasi sebanyak 6 ekor. Rata-rata pendapatan pertahun berdasarkan proyek sistem gaduhan sapi potong sebesar Rp 3.611.250 yang merupakan bagian dari pendapatan tenaga kerja keluarga, pendapatan investasi keluarga dan pendapatan manajemen keluarga. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa proyek sistem gaduhan sapi potong adalah sarana yang efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam aspek peningkatan pendapatan, tenaga kerja dan peningkatan populasi sapi potong.

To financially evaluate the Project of Cattle Sharing System in Central and North Oba districts, Tidore Islands, North Maluku Province, a survey on 30 respondents purposively sampled using questionnaires was conducted from July to September, 2009. Data were analyzed using the criteria of benefit/cost ratio (BCR), net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and net farm income of individual farmers considering whether or not participating the project. Using interest rate of 12% within four years when the farmers do not participate the project, resulted in the NPV of Rp.17,185,232; when the farmers participate the project resulted in the NPV of Rp.25,492,426 meaning there was an income increase of 67.41% and the increase of employment was found to be 5.34%. Average income share per year coming from project of cattle sharing system was Rp.3,611,250 aside from family labor income, family investment income and family management income. It is concluded that the project of cattle sharing system is an effective means of community empowerment in terms of income, employment and the increase of cattle population.

Kata Kunci : Pemberdayaan,Gaduhan sapi potong,Pendapatan, Empowerment, Cattle sharing system, Income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.