Hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter dan dokter gigi tentang tindakan kelalaian tugas profesi medis dengan jenis upaya penyelesaian yang akan ditempuh
KUSTIM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Hukum KesehatanLatar Belakang : Tindakan kelalaian tugas profesi medis menurut Poernomo (2000) adalah perbuatan kesalahan yang berkadar kelalaian (bukan kesengajaan) tugas profesi kesehatan yang disebut “medical malpracticeâ€. Laporan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan Pusat di Jakarta mencatat sekitar 150 kasus malpraktik telah terjadi di Indonesia. Laporan publik kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa dari tahun 1998 sampai 2004 terdapat 306 kasus dugaan malpraktik medik. Berbagai jenis upaya penyelesaian kasus dugaan tindakan kelalaian tugas profesi medis dapat ditempuh oleh pihak pasien dan dokter dan dokter gigi. Kota makassar merupakan pusat pelayanan kesehatan Indonesia Timur sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan atau kelalaian pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter dan dokter gigi tentang tindakan kelalaian tugas profesi medis dengan jenis upaya penyelesaian yang akan ditempuh di beberapa rumah sakit Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan tahun 2009. Metode : Penelitian survey dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Wahidin Sidirohusodo, Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dan Rumah Sakit Pelamonia Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dari Bulan September sampai dengan Oktober 2009. Subjek penelitian adalah dokter umum dan dokter gigi umum yang memberikan pelayanan medis kepada pasien. Jumlah subjek penelitian sama dengan jumlah populasi yaitu 60 dokter umum dan dokter gigi umum. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Data dianalisis menggunakan komputer dengan program SPSS for windows versi 17. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,001 < 0,05) dan merupakan faktor yang lebih berhubungan (OR = 6,680), sikap (p= 0,011 < 0,05 ) dengan (OR = 0,222) tentang kelalaian tugas profesi medis dengan jenis upaya penyelesaian yang akan ditempuh. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter dan dokter gigi tentang tindakan kelalaian tugas profesi medis dengan jenis upaya penyelesaian yang akan ditempuh. Pengetahuan lebih berhubungan dibanding sikap tentang kelalaian tugas profesi medis terhadap jenis upaya penyelesaian yang akan ditempuh. Sosialisasi/penyuluhan hukum kesehatan yang lebih intensif dan penelitian lanjutan dengan subjek pada pasien
Poernomo (2000) stated that the medical profession malpractice is a negligent action called as medical malpractice. The Central Medical and Legal Aid Organization in Jakarta reported that there are approximately 150 cases of malpractice occurred in Indonesia and there are 306 cases in 1998-2004 reported by public to the Indonesian Medical Society (IMS). Some solutions of the medical malpractice can be conducted by the patients, dentists and the doctors. Makassar is a city located in East Indonesia having high risk of malpractice. The objective of this research is to find out the relation between the knowledge and attitude of doctors and dentists about the medical profession malpractice and its solution in Makassar, South Sulawesi hospitals in 2009. A cross sectional survey is conducted in this research. The research takes place in central public hospital of Dr. Wahidin Sidirohusodo, Labuang Baji public hospital, and Pelamonia public hospital in Makassar, South Sulawesi. The data are collected using questionnaire in September-October 2009. The subjects of the research are the doctors and the dentists giving the medical service to the patients. They consist of 60 people of dentists and doctors. The sampling technique used here is Total Sampling. The data are analyzed using computer having the SPSS program for Windows version 17. The result shows that there is a relation between the knowledge (p=0.001<0.05), which is a more related factor (OR=6.680) and the attitude (p=0.011<0.05) having (OR=0.222) about the medical profession malpractice and its solution. It concludes that there is a relation between the knowledge and the attitude of doctors and dentists about the medical profession malpractice and its solution. The knowledge is more related in malpractice than the attitude in finding the solution. The more intensive socialization about the health law and the further research will be conducted to the patients.
Kata Kunci : Pengetahuan,Sikap,Tindakan kelalaian,Tugas profesi medis,Penyelesaian kelalaian tugas,Knowledge, Attitude, Medical Profession Malpractice, Solution of Malpractice