Laporkan Masalah

Kajian kerentanan pencemaran airtanah bebas :: Studi kasus di daerah resapan air potensi sedang pada lereng Merapi bagian selatan

ARYUNI, Vrita Tri, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Airtanah merupakan sumber persediaan air bersih yang sangat penting. Kemampuan peresapan air hujan pada daerah resapan yang tinggi menyebabkan daerah ini rentan mengalami pencemaran airtanah. Pencegahan kontaminasi airtanah dapat melalui perencanaan penggunaan lahan dengan evaluasi kerentanan pencemaran airtanahnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis sebaran tingkat kerentanan pencemaran, kualitas airtanah bebas pada berbagai tingkat kerentanan dan berbagai penggunaan lahan di daerah resapan air potensi sedang pada lereng Merapi bagian selatan. Metode yang digunakan adalah modifikasi dari USGS (United State Geological Survey) dengan mengurangi parameter penggunaan lahan, menambah parameter kerapatan vegetasi, gradien hidrolik dan kedalaman muka airtanah. Skoring dengan standarisasi menggunakan z-skor. Seluruh parameter distandarisasi, dioverlay dan dikelaskan kembali sesuai dengan skor total maksimum dan minimumnya. Uji kualitas air berdasarkan kelas kerentanan dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi metode USGS dapat digunakan dalam menentukan tingkat kerentanan pencemaran airtanah bebas. Secara umum daerah penelitian memiliki kerentanan sedang hingga tinggi dan persebaran kelas kerentanannya tidak merata . Kerentanan sedang tersebar hampir di seluruh daerah, daerah paling rentan pada Sleman, Pakem, sebagian Ngaglik, Cangkringan, Ngemplak, Turi, Tempel; sebagian kecil Mlati dan Seyegan. Pada daerah penelitian kualitas air dipengaruhi oleh kelas kerentanan pencemaran. Airtanah daerah penelitan relatif belum tercemar, dan besar DHL, COD serta nitrat semakin tinggi dengan semakin tingginya tingkat kerentanan. Kandungan DHL, COD serta nitrat di permukiman paling tinggi, sedangkan kebun memiliki kandungan nitrat dan DHL terendah. Kandungan COD, nitrat dan DHL semakin meningkat dengan semakin padatnya penduduk, akan tetapi peningkatannya tidak nyata pada COD dan nitrat.

Groundwater is a significant water supply source. Its high ability to infiltrate rainwater into the ground and very important for groundwater supply, had caused recharge area vulnerable to groundwater contamination. To prevent the conta mination of groundwater is through adequate land-use planning by evaluate area from its vulnerability to contamination. The aims of this research were to analyze distribution groundwater vulnerability levels, water quality in various levels of groundwater vulnerability and land use in the recharge area of southern Merapi slope. This research use USGS (United State Geological Survey) modification method with reducing land use, and by adding some parameters such as vegetation density, hydraulic gradient and depth of groundwater. To score the parameter standardized with Z-score. All the parameter that have been standarized, overlayed and reclassed according to its maximum and minimum scores. Water quality tested by its vulnerability levels and various land use. Result shows that modification USGS method can be use to groundwater vulnerability assesment. In general research area has medium to high vulnerability which is not flatten distributed. Medium vulnerable area distributed in almost all kecamatan in research area, where the most vulnerable area were located in Kecamatan Sleman, Pakem, part of Ngaglik, Cangkringan, Ngemplak, Turi, and Tempel, and small area of Kecamatan Mlati dan Seyegan, while the lowest vulnerable area only distributed in small part of Cangkringan and Turi. Water quality in research area influenced by its pollution vulnerability levels and type of land use. Groundwater in research area haven’t polluted, and eH, COD and also nitrates were higher with the higher vulnerability levels. Settlement have the highest COD, nitrates and eH, while garden have the lowest nitrates and eH The denser population in settlement area cause higher eH, COD and nitrate, but the increasing is not significant in COD and nitrates.

Kata Kunci : Airtanah,Daerah resapan air,Pencemaran airtanah, groundwater, recharge area, groundwater pollution vulnerability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.