Konflik pemanfaatan sumber daya perikanan laut di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur periode 1993-2005
SATRIO, Ferry Agusta, Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA
2010 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKonflik pemanfaatan sumber daya perikanan laut yang melibatkan nelayan Kecamatan Paciran terjadi berulang kali. Konflik antarnelayan Kecamatan Paciran yang berlangsung pada periode tahun 1993 sampai 2005. Konflik yang melibatkan nelayan asal Kecamatan Paciran terjadi berulang kali dengan obyek perma-salahan yang relatif sama, yaitu perbedaan alat tangkap dan daerah penangkapan ikan (fishing ground). Upaya penyelesaian konflik tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang mendasar yang dihadapi oleh para nelayan yang umumnya berskala kecil. Penelitian ini memfokuskan pada persoalan sumber daya perikanan laut dan konflik antarnelayan yang terjadi. Daerah penelitian berada di Kecamatan Paciran, sebagai lokasi tempat tinggal para nelayan yang terlibat konflik, khususnya : Desa Weru, Waru Lor, Paloh, Sidokumpul dan Desa Paciran. Metode penelitian adalah deksriptif analitik dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pemanfaatan sumber daya perikanan laut oleh nelayan Kecamatan Paciran merupakan konflik sumber daya alam berbasis persoalan ekonomi. Kondisi sumber daya perikanan pelagis maupun demersal di perairan utara Jawa Timur sebagai area penangkapan ikan oleh nelayan Kecamatan Paciran memiliki kecenderungan mengalami gejala lebih tangkap. Sumber konflik yaitu perbedaan teknologi penangkapan ikan dan perselisihan di area penangkapan ikan. Perbedaan teknologi terjadi pada perikanan skala kecil, antara nelayan jaring tradisional dan pengguna mini trawl. Perselisihan di area penangkapan ikan, terjadi di wilayah perairan pantai Lamongan dan luar Lamongan. Kondisi lebih tangkap pada sumber daya perikanan laut yang terdapat di wilayah perairan utara Jawa Timur memberi pengaruh bagi timbulnya konflik antarnelayan baik sesama nelayan Paciran maupun antara nelayan Kecamatan Paciran dengan nelayan dari wilayah di luar Lamongan.
Conflict in the utilization of fishing resources that involved the local fishermen of Paciran Subdistrict occurred too many times. Conflicts between them had lasted since 1993 until 2005. The conflicts occurred relatively on the same subjects; i.e. the fishing equipment and the fishing area (fishing ground). Efforts taken to resolve the conflicts had not been able to resolve the fundamental problems faced by these mostly small-scale fishermen. This research focuses on issues of fishing resources and conflicts among the fishermen. The research was conducted in Paciran Subdistrict, especially in these following villages; Weru Village, Waru Lor, Paloh, Sidokumpul and Paciran. The research employed an analytic descriptive method by combining qualitative and quantitative data. The results of this research show that the conflicts occurring among the Paciran fishermen were disputes on natural resources based economic problem. Regarding the fishing resources in both pelagic and demersal zones of East Java’s northern sea, there was a tendency of an overfishing. The main causes of the conflicts were the difference in the fishing technology and the dispute on fishing areas (fishing grounds). In small scale fishing, the technological difference so obviously appeared between fishermen using traditional nets and those using mini trawls. The dispute on fishing areas was about to which zones belonging to Lamongan and which zones belonging to other neighboring region. The overfishing in East Java’s northern sea had resulted in conflicts between fellow Paciran fishermen and between Paciran fishermen and fishermen from other regions.
Kata Kunci : Konflik,Pemanfaatan,Sumber daya perikanan laut,Nelayan, conflict, utilization, resource, marine fishing, fishermen