Afiks pembentuk verba dalam bahasa Muna
AWALUDDIN, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A
2010 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan afiks pembentuk verba dalam bahasa Muna, baik dari segi distribusi maupun dari segi makna dan fungsinya. Istilah afiks pembentuk verba mengacu pada konsep gramatikal, yaitu pembentuk verba melalui afiksasi yang menghasilkan verba turunan. Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini, meliputi tiga tahap, yaitu (1) tahap penyediaan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Data diambil dari dua sumber, yaitu sumber lisan sebagai data utama dan sumber tertulis sebagai data penunjang serta peneliti sendiri sebagai penutur asli. Data lisan diperoleh melalui wawancara, menyimak, dan mencatat tuturan para informan. Sedangkan sumber tertulis diperoleh dari cerita rakyat setempat yang telah didokumentasikan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode distribusional dengan teknik ganti, teknik perluas, teknik lesap, dan teknik sisip. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data ialah metode informal dan formal. Metode informal yaitu penyajian hasil analisis data dengan menggunakan uraian kata-kata biasa, sedangkan metode formal yaitu penyajian hasil analisis data dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiks pembentuk verba dalam bahasa Muna terdiri dari afiks {fe-}, {po-}, {me-}, {piki-}, {noti-}, {ko-},{-um-}, {-m}, {m-}, {-i}, {-gho}, {-mo}, {-e}, {fe-/-i}, {po-/-i}, {po-/-gho}, {piki-/-i}, {dosi + me + -ha}, dan {piki + me + fe-/-i}. Dalam fungsinya sebagai pembentuk verba, afiks-afiks tersebut berdistribusi dengan bentuk dasar verba, nomina, dan adjektiva.
This research is expected to describe the verb composer affix in Muna language, either from distributional aspect or meaning and its function. The term verb composer affix refer to the grammatical concept, that is the forming or composing of verb through the affixation in resulting derivational verbs. The prosedures taken in this research consist of three stages namely, (1) the collection of data, (2) the analysis of data, and (3) result of analysis. Research data taken from two sources, that is spoken and written data and than writer as native speakers. In taking spoken data, the writer interviews, listens and writes the utterance of informan, while the written sources are taken from the local folktales which are already documented. The two kinds of data, are than, analysed using distributional method through substitution technique, extention technique, delection technique, and insertion technique. The methods used in presenting the result of data analysis are informal and formal methods, the informal method is the presentation of the result of data analysis by making use of explanation, or common words, while formal method is presenting the result of data analysis by making use of certain symbols. The resulat of this research show that the verb composer affixes in Muna Language consist of {fe-}, {po-}, {me-}, {piki-}, {noti-}, {ko-},{-um-}, {-m}, {m-}, {-i}, {-gho}, {-mo}, {-e}, {fe-/-i}, {po-/-i}, {po-/-gho}, {piki-/-i}, {dosi + me-/-ha}, dan {piki + me + fe-/-i}. In relation to its function as verb composer, those affixes stick to the basic from of the verbs, nouns, and adjectives.
Kata Kunci : Afiksasi, Kata kerja, Morfofonemik, Bahasa Muna, Affixation, verbs, morphophonemics, and Muna language