Laporkan Masalah

Klasifikasi penyebaran nilai tanah di Kota Surakarta tahun 2008

RIYARSO, Yudhi, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Kota Surakarta mempunyai kepadatan penduduk tertinggi di Jawa Tengah. Letak Kota Surakarta yang strategis menjadi tujuan investasi dan pembangunan diberbagai kepentingan termasuk perumahan sehingga lahan harus tersedia untuk tujuan tersebut. Permintaan tanah yang terus menerus dapat menimbulkan kelangkaan dan menyebabkan nilai tanah semakin tinggi. Oleh karena itu, informasi nilai tanah dari instansi terkait sangat diperlukan. Pertumbuhan dan pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) menimbulkan variasi nilai tanah sehingga diperlukan kajian. Informasi dan variasi nilai tanah diberikan kepada pihak yang memerlukan dalam bentuk data spasial yang dibuat dalam model peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Penilaian tanah dengan metoda ekstrasi (extration method) digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data nilai tanah yang berasal dari transaksi atau penawaran properti. Bank data nilai tanah dibuat berdasarkan properti yang telah dinilai dan dikelompokkan dalam klas nilai tanah. Variasi penyebaran nilai tanah membentuk persamaan trend surface yang selanjutnya dibuat model spasial. Model spasial ini dalam bentuk peta yang menunjukkan garis iso value, zona nilai tanah. Nilai tanah di Kota Surakarta berkisar antara Rp104.000,-/m2 dan Rp3.511.000,-/m2. Penawaran harga tanah sebesar 13.5 persen masih dianggap wajar. Sebesar 56,5 persen transaksi dipengaruhi oleh faktor lokasi. Variasi dan penyebaran lokasi nilai tanah sesuai teori sektoral dan teori jarak. Model spasial nilai tanah dalam bentuk peta menggambarkan iso value dengan interval klas setiap Rp400.000,-/m2. Model spasial ini dikombinasikan dengan peta RUTRK sehingga nilai tanah diberbagai penggunaan tanah dapat teridentifikasi.

Surakarta city has the highest population density in Central Java. Strategic location of the Surakarta city lead to investment and development objectives in various interests, including housing so that the land should be available for that purposes. Demand continuous lands can cause shortages and higher land values. Therefore, the land value information from relevant agencies is needed. Growth and development have been established in the Land Use (RUTRK) cause variations in the value of land that needed study. Information and variation of land value is given to those who require in the form of spatial data created in the Zone map model Land Value (ZNT). Extraction method of land assessment was used in this research to obtain the land value data from property transactions or offers. Bank data are based on land value of properties which have been assessed and classified in the class of land value. Variations of the spread value of the land form equation of trend surface then made spatial model. This spatial model in the form of plots showing the iso-line value, land value zone. The value of land in Surakarta city between Rp104.000,-/m2 and Rp3.511.000,-/m2. Offer of the land for 13.5 percent of price is still considered normal. Total 56.5 percent for transactions affected by the location factor. Variation and distribution of the land value location accordance with sectoral and distance theories. Spatial model of land value in the form of maps describing iso value of each class interval Rp400.000, -/m2. This spatial model is combined with RUTRK map so that land values in different land use can be identified.

Kata Kunci : Nilai tanah,Penyebaran,Klasifikasi variasi,Zona,Ekstrasi,Kota Surakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.