Analisis tingkat partisipasi masyarakat :: Studi penggunaan dan pengelolaan dana perimbangan keuangan desa di Desa Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara
SAMOSIR, Martahan, Dr. Gabriel Lele
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat desa Cempaka dalam penggunaan dan pengelolaan dana perimbangan keuangan desa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tingkat partisipasi masyarakat diukur dari aspek akses (acces) dan suara (voice). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dan informasi dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di desa Cempaka dalam penggunaan dan pengelolaan dana perimbangan keuangan desa (DPKD) masih lemah. Dari aspek akses (acces) dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir dalam musyawarah desa masih rendah dan komposisi peserta yang hadir belum mewakili keseluruhan elemen masyarakat. Sedangkan dari aspek suara (voice) dapat dilihat dari dominasi elit-elit desa dalam musyawarah desa, elit-elit desa lebih aktif melontarkan ide dan pemikiran ketimbang masyarakat biasa. Musyawarah desa yang diselenggarakan tidak lebih dari alat legimitasi agar terkesan ada mekanisme partisipasi. Musyawarah yang diselenggarakan belum sepenuhnya mengakomodir kepentingan bersama. Keputusan yang diambil berasal dari sekelompok elit yang telah dirancang sebelumnya, musyawarah desa hanya digunakan sebagai bentuk sosialisasi/menginformasikan kebijakan atau keputusan kepada warga desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi lemahnya partisipasi masyarakat tersebut adalah faktor ekonomi, faktor kesempatan, dan faktor modal sosial. Penghasilan yang rendah memaksa warga desa memilih bekerja daripada harus menghadiri musyawarah yang diselenggarakan pemerintah desa. Kurangnya kesempatan dapat dilihat dari peran dan fungsi lembaga-lembaga sosial (informal) belum dapat menjadi ruang publik yang dapat digunakan sebagai tempat menyampaikan aspirasi dalam penggunaan dan pengelolaan Dana Perimbanagn Keuangan Desa (DPKD). Minimnya modal sosial dapat dilihat dari ketidakpercayaan (distrust) warga terhadap kemampuan dan kredibilitas pemerintah desa. Selain trust, kepemimpinan kepala desa turut juga mempengaruhi partisipasi warga desa.
The objective of this research is to find out the participation level of villagers in Cempaka village in use and management of rural financial balance fund and to find out the factors affecting it. The villagers’ participation level is measured in its access and voice aspect. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data and information are collected by using observation, interviewing, and documentation technique. The result shows that the villagers’ participation level of Cempaka village in use and management of Rural Financial Balance Fund (RFBF) is low. From its access aspect, the participant attending in the village meeting is low and it doesn’t represent the overall levels of society. While from its voice aspect, the landlords are dominant. They are more active in expressing ideas than the ordinary villagers. It can be said that the meeting is no more than a legitimacy instrument and it hasn’t accommodated the common interest of the village. The decisions made are dominated by the landlords. Then they socialize them to the other villagers as policies by using the meeting. The factors affecting the lack of participation in village meeting are economic factor, chance factor, and social capital factor. The poor income makes the villagers choose working than attending the meeting held by the village government. The lack of chance is caused by the poor role and function of social institutions which can’t be an aspiration reservoir in the use and management of RFBF. The lack of social capital causes the skepticism of villagers to the ability and credibility of the village government. The leadership of the headman is also needed in raising the participation.
Kata Kunci : Partisipasi, Akses (acces), suara (voice), Dana perimbangan keuangan desa, Participation, Access, Voice, Rural Financial Balance Fund