Efek pembinaan ketrampilan terhadap kemandirian narapidana setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta
HANDAKA, Armunanta Dwi, Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister HukumSistim dan cara pelaksanaan pemasyarakatan merupakan suatu sistim yang dikenakan terhadap narapidana, di tujukan untuk memperbaiki, mengayomi, mengarahkan langkah narapidana yang melakukan kejahatan, dikenai pidana agar dapat kembali dan berguna dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian normatif empiris yang bersifat deskriptif, karena dimaksudkan untuk memberi gambaran yang rinci mengenai efek pembinaan ketrampilan terhadap kemandirian narapidana setelah keluar dari lembaga permasyarakatan kelas IIA yogkakarta Efek pembinaan ketrampilan terhadap kemandirian narapidana dapat dilihat dari keinginan narapidana untuk mengubah pola hidup lebih produktif, bisa meningkatkan ketrampilannya sehingga mempunyai pekerjaan yang baik, bisa melaksanakan perannya kembalin secara aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungannya. Faktor internal pendorong dan kendala dalam mewujudkan kemandirian narapidana diantaranya pengendalian diri dan ketidak stabilan jiwa, pola hidup yang materialistis, sikap hidup mencari jalan pintas, kompensasi atau pelarian akibat pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan. Sedangkan faktor externalnya adalah lemahnya kontrol sosial kebudayaan modern yang cenderung mengexploitasi untuk terjual komersial, himpitan atau tekanan ekonomi. Efek samping globalisasi disorganisasi dan disintegrasi kehidupan keluarga yang menyebabkan sikap pemberontakan mencari kompensasi dengan terjun menjadi penjahat.
Systems and way execution of society is a systems that imposed to the convict in addressing to improve, to protect and to instruct step do to the badness and hit by the X crime so that regaining and useful in society. This research is an empiric normative research which have characteristies of descriptive, because it meant giving the detail description of skilled construktion effect to ward the convict independence after they exit correctional institution of class II A Yogyakarta Effect construction of skill to visible convict independence of desire of convict to alter the pattern live more productive. Can uplift skill its so that have the good work. Can execute his role return in family and society. Can involve active inly activity of social in his environment. Internal factor of impeller and constraint in realizing convict independence between of selfcontrol and unstable of soul the life pattern materialitis, attitude to life look for the short cut, compensation or escapee of inconvenience past experience effect. Is while factor eksternal is weakening him control modern culture social tending to the commercial purposes of squeezing or economic pressure Globalization disorganization side effects and disintegration life of the family cause the rebellion attitude look for the compensation by plunging to become the criminal.
Kata Kunci : Pembinaan narapidana,Narapidana masyarakat, Construction of Convict Society