Panggon Srawung :: Konsepsi perubahan sosial, ekonomi dan spasial masyarakat pesisir Sadeng Gunungkidul
BUDIONO, Agung, Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahMasyarakat nelayan asli Sadeng Gunung Kidul, DIY, tumbuh dan berkembang karena dua alasan. Pertama, karena pengaruh kedatangan nelayan andon (pendatang musiman). Kedua, karena introduksi modal dan teknologi melalui kebijakan pembangunan oleh pemerintah (modernisasi). Mereka dihadapkan pada kondisi minoritas secara sosial dan cukup terpencil secara spasial. Gagasan dan aksi kolektif mereka pun terkendala jarak sosial dari masyarakat induknya, khususnya dari pemerintah lokal desanya. Untuk memahami kondisi tersebut diperlukan pendekatan penelitian yang merefleksikan kesadaran kritis terhadap patologi strategi pusat pertumbuhan ekonomi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan bentang alam ruang fisik di mana masyarakat pesisir Sadeng bertempat tinggal dan bermata pencaharian; 2) menyusun alur (proses) perubahan sosial yang mencakup kondisi kausal (penyebab), pemengaruh, fenomena, strategi aksi/reaksi, dan konsekuensinya; 3) mengidentifikasi institusi sosial masyarakat pesisir/nelayan Sadeng; dan 4) menyusun simpulan penelitian dengan pendekatan teoritisasi data (grounded theory) guna memperoleh substansi fenomena perubahan sosial, ekonomi, dan spasial masyarakat pesisir Sadeng Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan dengan penelaahan deskriptif secara induktifkualitatif- fenomenologis untuk menangkap persepsi esensial dari Lifeworld (dunia penghayatan kehidupan) atas kenyataan yang didasarkan atas pengalaman dan pemaknaan hidup dari pelaku. Penelitian ini menganggap objek kajian manusia bukan sebagai dunia pengamatan tetapi dunia penghayatan. Intensionalitas pada kepentingan (bertolak dari pertanyaan dan tujuan penelitian) serta temuan (pengalaman) observasi mengarahkan perhatian peneliti terhadap makna ruang fisik “pelabuhan perikanan†kepada makna non-fisiknya, yaitu kepada aspek sosiologis dan transaksional (ekonomis) nya. Melalui konseptualisasi terhadap ragam tematisasi hasil temuan dihasilkan rumusan teori lokal tentang Panggon Srawung. Panggon srawung merupakan suatu teoritisasi dari ruang sosial dan ruang fisik, yang memungkinkan terjadinya kontak budaya yang berlanjut kemudian dengan persemaian pengaruh budaya yang didifusikan ke dalam suatu masyarakat terdifusi melalui proses internalisasi, sosialisasi, hingga enkulturasi. Selain fungsi makna sosiologis, panggon srawung mengandung fungsi makna transaksional (ekonomis) yang memungkinkan terjadinya pertemuan ketersediaan dan permintaan kebutuhan (supply & demand).
Native fishing communities of Sadeng Gunung Kidul, DIY grow and develop for two reasons. First, because of the arrival of fishermen andon (seasonal migrants). Second, because the introduction of capital and technology through government policies and programs (modernization). They are exposed to social conditions of minorities and spatially isolated. Ideas and collective action were constrained by social distance from the parent community, especially from local government village. To understand such conditions, it is necessary to conduct research that reflects a critical awareness of the pathology of the central strategies of conventional economic growth. This study aims to: 1) describe the landscape of physical space in which coastal communities residing Sadeng and livelihood; 2) develop flow (process) the social changes which include the condition of causal (cause), influencers, phenomenon, a strategy of action / reaction, and consequently; 3) identify the social institutions of coastal communities / fishermen Sadeng; and 4) develop research conclusions with data theorizing approach (grounded theory) to obtain the substance of the phenomenon of social change, economic, and spatial Sadeng coastal communities of Gunung Kidul. This research was conducted by inductively descriptive review-qualitativephenomenological perception to capture the essential of the Lifeworld (the appreciation of life) the fact that based on the experience and meaning of life from the subject. This study considers the human object of study as the world’s cognition rather than as world’s observations. Intentionality on the interests (starting from the question and purpose of the study) and findings (experience) observational study draws attention to the meaning of physical space "fishing port" to non-physical meaning, namely the sociological aspects and transactioning (economically) it. Through the conceptualization of diversity thematization formulation produced results of local theory of Panggon Srawung. Panggon srawung is a theorizing of social and physic space, that it can be culture contact happened that followed by diffusion culture influence growth to diffused community through internalization, socialization, until enculturation. Panggon srawung has mean function of sociological and transactional (economically) that it can be supply and demand meet.
Kata Kunci : Nelayan asli,Andon,Perubahan sosial,Pelabuhan perikanan,Teori lokal panggon srawung, Native fishing communities, andon, social change, fishing port, local theory of panggon srawung