Laporkan Masalah

Masalah pertananhan dan pembangunan kota di Kota Administratif Jakarta Utara

WIDIASTUTI, Anita, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kajian masalah pertanahan dan pembangunan selama ini jarang dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk memetakan masalah pertanahan dan mengetahui dampak masalah tanah terhadap pembangunan kota. Penelitian dilakukan di Jakarta Utara yang mempunyai kondisi yang kompleks baik kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan kependudukan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai masalah pertanahan. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah dokumen pengaduan masyarakat kepada BPN, informasi serta data rencana dan pelaksanaan pembangunan. Kajian mendalam terhadap dokumen pengaduan untuk memperoleh tipe masalah, akar masalah, dan pihak yang terlibat dalam sengketa pertanahan. Hasilnya dipetakan untuk memperoleh keseragaman tipe, pihak yang terlibat, dan akar masalah. Pengaduan masyarakat yang terkait dengan pembangunan dipilah dan dikaji dengan membandingkan antara target, realisasi, dan hasil wawancara untuk memperoleh tipe masalah tanah yang menghambat pembangunan kota. Penelitian ini menemukan bahwa masalah pertanahan di Jakarta Utara sebagian besar terkait dengan kebijakan pemerintah dalam pengembangan dan pembangunan kota. Secara keruangan masalah pertanahan terkonsentrasi pada wilayah konsentrasi penduduk dan kemudahan akses, yaitu di Tanjung Priok dan Pademangan. Konsentrasi masalah pertanahan di Cilincing berada pada kawasan pengembangan (titik pertumbuhan) di Marunda. Masalah tanah tersebut terjadi karena perbedaan kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kota. Demikian pula yang terjadi pada pembangunan Banjir Kanal Timur, Proyek Pembangunan Stadion Internasional di Taman BMW, dan normalisasi aliran Cakung Drain, terutama karena sengketa kepemilikan tanah. Masalah pertanahan muncul karena kelemahan administrasi pertanahan. Potensi munculnya masalah pertanahan terjadi terhadap tanah di kawasan pengembangan kota dan ”tanah terlantar”.

The study of land problems and urban developments is rarely done. The research aims to map out land problems and their possible impact to urban development. The research carried out in North Jakarta that has complex condition including physical conditions, social, economic, and population. These conditions led to a variety of land problems This research was an exploratory research using descriptive-qualitative approach. The data used were the document of the public complaints to the National Land Agency, data and information of the plan implementation of physical development. In-depth study of public complain document to obtain the type of land problem, the root of the problem, and the parties involved in land disputes. The result was mapped to obtain uniformity in the type, the parties involved, and the root of the land problem. The public complaints related to the development were sorted and examined by comparing the target, realization, and interviews to obtain the type of problems that impact toward physical development. This research found that land problems in North Jakarta were mostly related to government policies in the urban development. Spatially, land problem were concentrated in the dense population areas where have a good accessibility, particularly at Tanjung Priok and Pademangan. While at Cilincing, the problem is concentrated in the development area (growth point) in Marunda. These problems occur because of different interests between the parties involved. Example of the such interest of conflicts include construction of the East Flood Canal, Project Development at the International Stadion at BMW Park, and normalization of Cakung Drain, especially in land ownership disputes. The Research concluded that most of land problems occur because of the weaknesses of coordination and administration. The area potential for land problems includes area under high development pressures and in the "abandoned areas”.

Kata Kunci : Pertanahan,Pengaduan masyarakat,Pembangunan kota, land, public complaints, urban development


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.