Analisis finansial penggantian bahan bakar HSD menjadi MFO pada mesin Caterpilar 4,7 MW di PLTD Merawang
HANDAYANI, Dwi, Prof. Dr. Ir. Hamzah Berahim, MT
2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Energi ElektrikPenggantian bahan bakar HSD menjadi MFO atan disebut MFO-nisasi merupakan salah satu langkah PLN untuk melakukan efisiensi dan meminimalkan biaya pokok penyediaan (BIP), terutama pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di kepulauna isolated, seperti Pulan Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan finansial penggantian bahan bakar HSD dengan MFO pada salab satu mesin yang ada di PLTD Merawang Pulau Bangka yaitu mesin Caterpillar 4,7 MW. Analisis finansial ini menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitabilitas index (Pi) dan Payback Period. Dalam penelitian ini juga menghitung BPP yang herbahan bakar HSD dengan MFO dan membandingikan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPP dengan HSD lebih besar dari BPP dengan MFO. BPP dengan HSD sebesar Rp 2.417,63/kWh dan BPP dengan MFO sebesar Rp 1.545,55 / kWh. Dan hasil analisis kelayakan HSD sebagai bahan bakar dengan metode NPV dan PI diperoleh hasil yang negatif yaitu -17,22 miliar dan -0,93. Ini berarti bahwa HSD tidak layak untuk digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan hasil analisis kelayakan MFO sebagai bahan bakar diperoleh hasil yaitu dengan metode NPV sebesar 17,68 miliar, IRR 41,96 % PI 2,05 dan payback periode selama 2 tahun 4 bulan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, bahwa penggantian HSD dengan MFO layak untuk dilakukan path mesin Caterpillar 4,7 MW di PLTD Merawang dan bisa memperoleh saving sebesar Rp 45,62 miliar.
Available in fulltext
Kata Kunci : MFO-nisasi, BPP, Analisis finansial dan Layak, financial analysis and feasible