Kajian potensi desa wisata Nganggring dalam strategi pengembangan agrowisata terpadu
IBRAHIM, Sylvia Rilian, Prof. Dr. Ir.Chafid Fandeli, M.S
2009 | Tesis | S2 Kajian PariwisataDesa wisata Nganggring terletak di Dusun Nganggring, Desa Girilkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk pariwisata yang dikembangkan di Dusun Nganggring adalah agrowisata terpadu sebagai tempat magang dan studi banding tentang cara beternak kambing Peranakan Ettawa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengevaluasi potensi wisata di desa wisata Nganggring, 2) Mengkaji peran agrowisata terpadu di desa wisata Nganggring dalam pelestarian lingkungan, 3) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan agrowisata terpadu di desa wisata Nganggring dan 4) Mengkaji strategi pengembangan agrowisata terpadu di desa wisata Nganggring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pada penelitian ini, data diperoleh melalui observasi Lapangan, pengisian kuesioner oleh 88 responden, wawancara mendalam (in-depth interview), dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data secara kualitatif dilakukan berdasarkan hasil observasi partisipatif dan analisis data secara kuantitatif berdasarkan perhitungan persentase dan kuesioner. Analisis dilakukan secara komprehensif didukung dengan temuan dan wawancara mendalam dan diskusi FGD. Potensi yang paling menonjol adalah kondisi objek wisata desa wisata Nganggring diikuti dengan kualitas objek wisata. Potensi yang masih memerlukan dukungan adalah ketersediaan fasilitas pelengkap objek, seperti pusat informasi dan toko cinderamata, Agrowisata terpadu Nganggring tetap mendorong warga untuk melakukan pemanfaatan limbah peternakan dan usaha pelestarian lingkungan. Faktor yang dianggap paling penting oleh warga Nganggring dalam pengembangan agrowisata terpadu di dusun mereka adalah 1) ekonomi masyarakat, 2) kekeluargaan dan sistem organisasi, 3) konservasi, 4) edukasi, 5) partisipasi masyarakat dan 6) wisata yang bertanggung jawab. Kajian strategi pengembangan agrowisata terpadu dilakukan dengan 5 tahapan yaitu: (1) penyusunan visi dan misi, (2) analisis situasional agrowisata terpadu Nganggring, (3) analisis dan pilihan strategis, (4) strategi operasi jangka pendek dan pelaksanaan strategi, dan (5) kontrol dan evaluasi.
Available in fulltext
Kata Kunci : Agrowisata terpadu, Desa wisata Nganggring, Pelestarian lingkungan, Strategi penegmbangan, integrated agritourism, Nganggring Tourism Village, environmental conservation, development strategy