Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah yang dilewati jalur rel kereta api pada kawasan kampus :: Studi di kawasan Timoho Yogyakarta
MERINA, Bresca, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanHubungan antara lokasi suatu tanah dengan nilai tanah merupakan salah satu topik yang menarik dalam penelitian nilai tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah yang dilewati jalur rel kereta api pada kawasan kampus yang secara tidak langsung kampus mampu menarik pendatang dari luar daerah untuk tinggal di lingkungan kampus dengan penekanan pada pengaruh jalur rel kereta api terhadap nilai tanah di wilayah Kawasan Timoho Yogyakarta. Sampel nilai tanah diambil dari populasi nilai tanah yang terletak di sekitar jalur rel kereta api Kawasan Timoho yang dikelilingi lingkungan kampus, yang dibatasi pada empat kelurahan yaitu kelurahan Kotabaru dan Kelurahan Demangan di sebelah utara serta Kelurahan Baciro dan Kelurahan Muja-muju disebelah selatan (mencakup wilayah berjarak 1 KM dari lokasi rel kereta api). Sebagai daerah kontrol (control area) dilakukan survei nilai tanah di Kelurahan Janti di sebelah utara dan Kelurahan Gedong Kuning di sebelah selatan. Teknik penumpulan data didapat dari pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin jauh jarak tanah dengan rel kereta api maka nilai tanah akan semakin tinggi. Tambahan jarak tanah dari rel kereta api sebesar 1 m akan menaikkan nilai tanah per meter sebesar Rp.219.656,7 dengan anggapan variabel lain tetap. Semakin jauh dengan kampus terdekat maka nilai tanah semakin rendah. Tambahan jarak tanah dari kampus terdekat sebesar 1 m akan menurunkan nilai tanah per meter sebesar Rp.237.862,6 dengan anggapan variabel lain tetap, semakin luas tanah maka nilai tnah semakin tinggi. Tambahan luas tanah sebesar 1 m akan menaikan nilai tanah per meter sebesar Rp.297.880,0 dengan anggapan variabel lain tetap, angkutan umum tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tanah. Hal ini bisa dikarenakan pada saat ini sebagian besar masyarakat sudah mempunyai kendaraan sendiri. Tanah yang aksesnya harus melalui lintasan kereta api, maka nilai tanah semakin rendah, dan bentuk tanah tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tanah yang berarti tidak sesuai dengan hipotetsis. Hal ini bisa dikarenakan kemajuan teknologi bisa menyiasati kesulitan dalam teknik bangun.
Available in fulltext
Kata Kunci : Nilai tanah, Lintasan kereta api, Wilayah kampus