Hubungan persepsi karyawan terhadap karir dan motivasi kerja dengan kinerja karyawan di Pertamedika Medika Centre
TARDIANA, Dede, Dr. dr. Sutoto, M.Kes
2009 | Tesis | S2 IKM/MMRLatar Belakang: Dalam proses manajemen setiap organisasi harus dirancang agar tujuan orgnasisasi berhubungan dengan kepentingan individu karyawan, artinya jika individu dapat memuaskan kebutuhannya dengan mencapai apa yang menjadi tujuannya dan pada saat yang sama memberi kontribusi bagi upaya organisasi meraih tujuan, maka individu tersebut kemungkinan besar akan memiliki motivasi dan mecapai kepuasan yang lebih tinggi, selanjutnya kinerja yang diharapkan akan tercapai. Saat ini jumlah pekerja baik yang tetap maupun calon pegawai dan kontrak di Pertamedika Medical Centre (PMC) berjumlah 221 orang. Kinerja karja karyawan sangat tergantung banyak faktor antara lain pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, sikap dan tingkah laku karyawan. Sikap dan tingkah laku karyawan adalah faktor yang sangat penting dan merupakan masalah disebagian besar organisasi termasuk Pertamedika Medical Centre. Diperoleh informasi bahwa karyawan mengatakan adanya ketidak jelasan dalam jejang karir yang berlaku di PMC. Karena karir yang tidak jelas mengakibatkan pada tahun 2000-2007 beberapa karyawan keluar secara administratif dari Pertamedika Medical Centre sebanyak 30 orang (7 orang dokter, 10 orang perawat dan 13 orang non medis). Karyawan bekerja itu seperti rutinitas tidak ada inovasi sehingga kierjanya pun dinilai kurang baik oleh korporat Pertamedika. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan persepsi karir terhadap kinerja karyawan di Pertamedika Medical Centre. Mengidentifikasi hubungan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Pertamedika Medical Centre. Mengidentifikasi hubunganpersepsi karir dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan di Pertamedika Medical Centre. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancanga penelitiannya cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Pertamedika Medical Centre di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi) dengan responden adalah karyawan teteap yang dipilih secara penarikan sampel berlapis (Stratified Random Sampling). Hasil dan pembahasan: Karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan. Hubungan persepsi karyawan terhadap karir dengan kinerja menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang cukup kuat. Hubungan motivasi kerja dengan kinerja menunjukkan bahwa terdapat hubungan yag signifikan cukup kuat. Hubungan persepsi karyawan terhadap karir dan motivasi kerja dengan kinerja mempuanyai hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi karir dengan kinerja sehingga bila persepsi terhadap karir baik maka kinerjanya pasti baik juga. Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja bila motivasi kerja baik pasti kinerja baik. Terdapat hubungan antara persepsi karir dan motivasi kerja dengan kinerja yang cukup kuat dan bermakna maka bila persepsi karyawan terhadap karir dan motivasi baik maka kinerja karyawan itu pasti baik. Saran: Sistem karir di PMC yang jelas dan pasti misalnya: Penilaian yang objektif berdasarkan format yang diatur dengan baik. Masa jabatan yang tetap, transfaransi penilaian atasan kepada bawahan, kenaikan jenjang karir yang pasti kurun waktunya. Mengadakan sosialisasi tentang sistem karir dilakukan secara tertulis dan tatap muka kepada seluruh karyawan. Kemudian dilaksanakan dan dievaluasi secara berkala. Upaya untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan: peningkatan kesejahteraan, penghargaan terhadap prestasi yang dicapai karyawan, pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas, memberikan kesempatan untuk aktualisasi diri, hubungan emosional antar karyawan yang harmonis, tersedia sarana dan prasarana kerja yang memadai, adanya peluang untuk dipromosikan oleh atasan. Sistem penilaian kinerja dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan oelh perusahaan, dimana penilaian sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
Available in fulltext
Kata Kunci : Karir, Motivasi, Kerja