Laporkan Masalah

Kesetaraan manusia dan ideologi dalam Maughams Malaysian Stories :: Sebuah kajian sosiologis

SATIYOKO, Yohanes Adhi, Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U

2009 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Maugham’s Malaysian Stories (M.M.S.) adalah kumpulan enam cerita pendek terbaik William Somerset Maugham yang berlatar Malaysia pasca Perang Dunia I dan menjelang Perang Dunia II, yaitu “The Vessel of Wrath”,”The Force of Circumstance”,”The Door of Opportunity”,”The Four Dutchmen”,”P&O”, dan ”Casual Affair”. Cerita-cerita M.M.S. dibuat berdasarkan pengalaman Maugham ketika datang ke Malaysia, sehingga M.M.S. merupakan cerita pendek bergaya realis. M.M.S. berlatar belakang dunia sosial pada periode Victoria. Jiwa zaman pada periode Victoria adalah munculnya aliran kepengarangan yang memegang paham realis. Realisme berperan mengungkapkan sisi-sisi kehidupan manusia secara lebih jelas dan terus-terang. M.M.S. menggambarkan sebuah drama kehidupan orang-orang kulit putih yang hidup terisolasi di Malaysia, sebuah dunia yang dikatakan oleh orang Barat sebagai dunia Timur. Mereka adalah orang-orang kulit putih berkebangsaan Inggris dan Belanda yang tinggal dan bekerja di Malaysia. Kebiasaan hidup mereka dipaparkan Maugham secara rinci. Di balik keseharian aktivitas mereka yang normal, Maugham menunjukkan kalau mereka mempunyai sebenarnya hidup dalam tekanan. Tekanan hidup orang-orang kulit putih tersebut diketahui dari interaksi sosial mereka dengan penduduk pribumi. Mereka sering melakukan tindakan-tindakan yang menunjukkan keputusasaan, kemarahan, dan ketakberdayaan menghadapi masalah tugas dan pekerjaan mereka sehari-hari. Ketakberdayaan tersebut memicu tindakan yang sering berkontradiksi dengan status sosial dan tugas mereka sehari-hari. Maugham, melalui pemaparan tokoh-tokoh kulit putih mencoba menunjukkan bahwa orang-orang yang duduk dalam kelas penguasa (dengan pendidikan, kekayaan, dan status sosial tinggi dalam masyarakat) juga mempunyai kelemahan. Kelemahan inilah yang menjadi symbol atau tipifikasi bahwa pada hakekatnya semua orang adalah sama. Penguasa juga mempunyai kelemahan (inferior), sedangkan kaum tertindas pada waktu tertentu dapat mempunyai kekuatan (superior). Penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan sosiologi verstehen Janet Wolff dengan tiga tahap fenomenologi pengetahuan untuk mengetahui latar sosial budaya (lebenswelt) lahirnya M.M.S. beserta pandangan dunia yang menjadi cirinya, mengungkap makna (meaning) di balik pemaparan tokoh-tokoh utama melalui tindakan sosial mereka (social action) dalam M.M.S., dan menunjukkan ideologi yang melandasinya.

Maugham’s Malaysian Stories (M.M.S.) is an anthology of the best six short stories of William Somerset Maugham that taking Malaysia post World War I and pre- World War II. They are “The Vessel of Wrath”, “The Force of Circumstance”, “The Door of Opportunity”, “The Four Dutchmen”, ”P&O”, and ”Casual Affair”. M.M.S. was created based on Maugham’s experience when visiting Malaysia, so that M.M.S. was considered as realism short stories. The background of M.M.S. was social world in Victoria period. The world view of Victoria period was the emergence of realism authorship. Realism held role to reveal human life clearly and honestly. M.M.S. portrayed drama the whites who lived isolated in Malaysia, a world that was claimed by the Western as the Eastern. They were British and Dutch who lived and worked in Malaysia. Their daily lives were portrayed by Maugham in detail. Behind their normal daily activities, Maugham showed that they actually lived in pressure. The pressure in life of the whites was understood from their social interaction with the indigenous. They sometimes did actions that showed their desperate, anger, and weakness to face daily due to their duties and job. Their weakness stimulated contradiction between holding their social status and taking actions. Maugham, through portraying the Whites, tried to show that people of ruling class (with their education, wealth, and high social status in society) had also weakness. The weakness became symbol or typification that naturally everybody are the same. The ruling class could have weakness (inferior), while the oppressed, in particular time, could show their strength (superior). This research was conducted used verstehen sociology Janet Wolff approach through three steps of phenomenology of knowledge to understand social cultural background (lebenswelt) of the birth of M.M.S. and its world view, to reveal meaning behind the presentation of main characters through their social action in M.M.S., and to show its ideology.

Kata Kunci : Lebenswelt,Meaning,Tindakan sosial,Ideologi, lebenswelt, meaning, social action, ideology.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.