Evaluasi kebijakan bantuan gratis untuk siswa di SMK Negeri 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna
HASNAN, Hamid, Drs. Soetomo, M.Si
2009 | Tesis | S2 SosiologiSebagai salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berbagai program telah diluncurkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan Kabupaten Natuna yaitu â€Terwujudnya Kabupaten Natuna Sebagai Pusat Penyelenggaraan dan Pelayanan Pendidikan yang Bermutu pada Semua Jenis dan Jenjang Pendidikan, Tersediannya SDM yang Terampil, Menguasai IPTEK, IMTAQ Dan Berbudi Pekerti Luhur Tahun 2020â€. Salah satu program yang diluncurkan adalah Program Bantuan Gratis Untuk Siswa (BAGUS). Program bantuan gratis untuk siswa didasarkan atas Surat Keputusan Bupati Natuna Nomor 295 tahun 2008, yang bertujuan membantu para siswa di Kabupaten Natuna untuk mengatasi biaya pendidikan. Program BAGUS ditujukan kepada setiap jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan. Salah satu dari sekian banyak sekolah yang menerima dana program BAGUS di Kabupaten Natuna adalah SMK Negeri 1 Bunguran Timur, sehubungan dengan penyaluran dana BAGUS di SMK tersebut berdasarkan informasi sementara yang penulis peroleh diindikasikan bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam penyaluran dana program BAGUS seperti terdapatnya ketidaksesuaian antara jumlah dana yang diberikan kepada siswa di beberapa sekolah dengan petunjuk pelaksana (Julak) program BAGUS yang tertuang dalam Keputusan Bupati Natuna Nomor 259 Tahun 2008 karena jumlah dana yang diberikan oleh sekolah kepada para murid tidak sesuai standar Tesis ini mencoba mengelaborasi evaluasi kebijakan program BAGUS yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna yang difokuskan pada proses penyaluran dan pemanfaatan dana program BAGUS oleh sekolah SMK Negeri 1 Bunguran Timur. Tujuannya adalah untuk melihat sejauhmana penyaluran dan pemanfaatan dana program BAGUS kepada para siswa di SMK Negeri 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna sesuai dengan petunjuk pelaksana dan mengetahui lebih jauh faktor-faktor yang menghambat dalam implementasi program BAGUS di SMK Negeri 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Hasil penelitian evaluasi menunjukkan, dibutuhkan program yang lebih baik dari Program BAGUS. Implementasi Program BAGUS di Kabupaten Natuna secara umum sudah berjalan baik, namun masih terdapat beberapa permasalahan dalam implementasi program BAGUS, antara lain yaitu masih ditemukan penyelewengan dana BAGUS, di mana yang diberikan tidak digunakan sesuai dengan petunjuk pelaksana program BAGUS. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi program BAGUS, antara lain yaitu Faktor Kurangnya Sosialisasi, Faktor struktur birokrasi, kurangnya koordinasi, kurangnya pengawasan, dan sikap pelaksana program. Program memunculkan konsekwensi positif dan negatif. Efektifitas Program, untuk sementara belum bisa ditetapkan, hingga data-data relevan dipersiapkan dan disusun oleh para stakeholder terkait yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten dan pihak sekolah
As one of Natuna Regency Regional Government to increasing a quality of education, various programs had launced in order to implemented an education vision and mission of Natuna Regency, that is “To achieve Natuna Regency as a Center of Quality Education Administration and Service at All Education Kind and Grade, Availability of Skilled Human Resources, Mastering Science and Technology, IMTAQ and Had Noble Character in 2020â€. One of program had being launced was Program Bantuan Gratis Untuk Siswa/ Free Aids For Students (BAGUS). BAGUS based on Decision Letter of Natuna Regent in 2008 Number 295, which aimed to help a students i Natuna Regency to bear and education cost. BAGUS Program objected to each education grade start from Elementary School to Senior High School and Vocational School. One of school which receive a BAGUS Program fund in Natuna Regency is State Vocational School of Bunguran Timur. Connected to the BAGUS fund distribution, based on an preliminary information, indicated that there was any problem in its distribution as in accordance between the amount of the fund provision to students in some school with implementation guide of BAGUS Program in Natuna Regent Decision in 2008 Number 259. The research try to describe an evaluation of BAGUS Program policy, that had launced by Natuna Regency Government, that focused on distribution process and utilization of the fund by Bunguran Timur State Vocational School. The objectives was to observe the extent to which a fund distribution and its utilisation for a students of Bunguran Timur Vocational School in accordance to implementation guidace and to knowing further on factors that be barrier in BAGUS Program implementation in Bunguran Timur State Vocational School, Natuna Regency. The result showed, its needed a better program than BAGUS Program. The implementation of BAGUS Program in Natuna Regency, generally had been good gone, but there was some problems in its implementation, among others, its still discovered a deviation of BAGUS fund allocation, that was, the fund that received by school ot allocated according to implementation guidance. There was some factors that influence an BAGUS Program implementation, among others the less of socialization, birouchratic structure and less of coordination, less supervision, and the attitude of program implementator. The program emerged a positive and negative consequence. The program effectivity could not determined fo a qhile, until the relevant data had prepared and assembled by correlated stakeholders, that is Education Office of Natuna Regency and the Schools.
Kata Kunci : Kabupaten Natuna,Program BAGUS, Natuna Regency, BAGUS Program