Laporkan Masalah

Studi evaluasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri perdesaan di Kabupaten Natuna

DARMAIS, Wan, Prof. Dr. Susetiawan

2009 | Tesis | S2 Sosiologi

Kabupaten Natuna, sering digambarkan sebagai Kabupaten yang kaya akan potensi sumberdaya alam terutama minyak dan gas bumi, dan hasil bumi lainnya. Potensi perikanan lautnya kurang lebih 1,92 juta ton (Dinas Kelautan Natuna, 2005). Namun kemiskinan di Kabupaten Natuna masih tinggi, sekitar 30% pada tahun 2007, sebagian mereka adalah keluarga nelayan di pesisir pantai. Pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melaui PNPM Mandiri Perdesaan atau biasa disebut PNPM Perdesaan dirumuskan kembali upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Hal ini menarik untuk diteliti. Penelitian ini mencoba mengelaborasikan evaluasi PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Natuna Tujuan penelitian ini adalah melihat dampak Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Natuna terhadap masyarakat nelayan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi, dan lebih bersifat evaluasi sumatif. menggunakan disain deskriptif kualitatif, dengan metode pengambilan data dilakukan dengan; wawancara, observasi dan dokumentasi. Pihak-pihak yang diwawancarai adalah fasilitator PNPM Perdesaan, koordinator pengelola PNPM Perdesaan, dan perwakilan dari keluarga nelayan. Hasil penelitian menunjukkan, Program PNPM Perdesaan di Kabupaten Natuna telah diusahakan untuk sedapat mungkin terlaksana sesuai prosedur ketentuan program, walaupun terdapat beberapa kendala bagi melaksanakannya. Dampak program, secara kualitatif tampak bagus dari sisi; keterlibatan dan partisipasi masyarakat dan kaum perempuan, dan persepsi mereka terhadap peningkatan taraf hidup mereka. Namun dampak terhadap kesejahteraan secara kuantitatif sulit ditentukan, mengingat PNPM Perdesaan hanyalah salah satu komponen pembangunan disamping program-program lain yang dilakukan pemerintah melalui departemen-departemen terkait. Disamping, PNPM Perdesaan tidak memiliki sistem data untuk mengukur dampaknya atas kesejahteraan pada level daerah, selain yang dilakukan oleh badan lain. Sementara persepsi juga menunjukkan, bagi masyarakat nelayan belum sepenuhnya terlihat, karena PNPM Perdesaan cenderung digunakan untuk membangun fasilitas umum. Efektifitas program PNPM Perdesaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: program telah dikomunikasikan dengan baik, program mendapat dukungan sumber-sumber kebijakan semestinya; fasilitas dan personil serta dana, pelaksana program memiliki sikap positif untuk mensukseskan program. Akhir kata, PNPM Perdesaan, kendati dirasa telah baik, masih perlu berbenah untuk periode berikutnya, misalnya mulai langsung mengarah pada bantuan yang menyentuh langsung teknologi penangkapan untuk nelayan tangkap dan teknologi penanganan hasil tangkap

Natuna Regency in the present time, often depicted as regency with wealth of natural resource potency especially oil and gas, and other natural resource, that is ocean fishering potency about 1.92 million tons (Natuna Regency Oceanic Office, 2005). But the poverty rate in Natuna Regency still high, about 30% in 2007, and its know that part of them was fisherman family in coast line. The government had launced Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (Rural Independence Community Empowerment National Program) in 2007. Through PNPM Mandiri Perdesaan or also common called as PNPM Perdesaan had re-formulated the mechanism to overcoming a poverty, that involving a community, begins in planning stage, implementation, until monitoring and evaluation. It is interested to be studied. This research try to elaborated an evaluation of PNPM Perdesaan in Natuna Regency. The research objectives was to find the impact of PNPM Perdesaan to the fisherman society in Natuna Regency, and analyzed a factors that influencing its implementation. The research is evaluation research, and more to summative evaluation, using descriptive qualitative design, with data collecting method by interview, observation and documentation. The subject to interview was the facilitator of, the coordinator of PNPM Perdesaan, and the representative from fisherman family. The result showed, PNPM Perdesaan in Natuna Regency had be try to implemented according to program guidance procedure, thought there was some obstacle in implementatio. The impact of programs, qualitatively seems good from the side; the involving and participation of fisherman community and womans, and theirs perception to increasing their welfare. But the impact on the welfare quantitatively was difficult to determined, deemed the PNPM Perdesaan only one of development component beside other programs that committed by many department in the government. Beside, the PNPM Perdesaan had no data system to measured its impact on welfare in region level, other than committed by the others agency. The perception also showed, the direct impact for the fisherman community also unseen, because PNPM Perdesaan tend to developing public facility. The effectifity of PNPM Perdesaan was influenced by some factors; good communication of the programs, good support to the programs; facility and personnel and fund, and the program staff had positive attitude to commited for program success. The conclusion, PNPM Perdesaan, thought deemed quite good, still need to made improvement for the next period, as begins directed the aids that related to fishering technology and technology for treating the catching product.

Kata Kunci : Evaluasi program,PNPM Mandiri perdesaan atau PNPM perdesaan,Masyarakat miskin,Masyarakat nelayan, Program Evaluation, PNPM Mandiri Perdesaan or PNPM Perdesaan, Poor comunity, Fisherman community


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.