Kebijakan penempatan guru di Pulau Terluar Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna
SYAH, Zainal Abidin, Prof. Dr. Mudiyono
2009 | Tesis | S2 SosiologiGuru sebagai tenaga pendidik memiliki peran yang paling menentukan disamping sumber-sumber lain yang menunjang tercapainya visi pendidikan nasional, seperti dana, gedung sekolah, sarana prasarana, buku-buku pelajaran, staf administrasi dan sebagainya. Jadi mustahil rasanya bisa mencapai tujuan tersebut tanpa adanya guru yang berperan sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan. Bagi Kabupaten Natuna sebagai daerah pemekaran baru, keberadaan guru menjadi salah satu prioritas guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Natuna. Hal ini dikarenakan tenaga pendidik di Kabupaten Natuna, baik secara kualitas dan kuantitas belum sesuai dengan harapan. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu kebijakan yang diambil adalah dengan melakukan rekrutmen guru dan ditempatkan di daerah-daerah terpencil terutama di pulau terluar. Kebijakan ini merupakan program pemerintah Kabupaten Natuna untuk mendukung pembangunan di bidang pendidikan. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan tentang penempatan guru pada daerah terpencil dan pulau terluar, dapat dinyatakan dalam sebuah rumusan masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Dalam Penempatan Guru di Pulau Terluar. Adapun tujuan penelitiannya, untuk mengetahui kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna berkaitan dengan penempatan guru di pulau terluar, sekaligus melihat efektif tidaknya kebijakan penempatan guru di pulau terluar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambil metode deskriptif, dimana metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi obyek penelitian kemudian menarik kepermukaan sebagai suatu ciri atau gambaran tentang kondisi, situasi ataupun variabel tertentu. Setelah mencermati hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa : 1) Kebijakan penempatan guru oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna merupakan upaya untuk meningkatkan pemerataan guru di setiap daerah baik di ibukota kecamatan, maupun di desa-desa terpencil yang berada di Pulau Terluar, namun penempatan guru-guru tersebut baru sebatas untuk memenuhi kebutuhan guru, dan belum seluruhnya berdasarkan kualifikasi tenaga pendidik, 2) Guru-guru yang ditempatkan di pulau terluar belum sepenuhnya melaksanakan tugas dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan tingkat kehadiran guru dimana masih ditemukan sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya tidak efektif karena guru tidak hadir, 3) Belum efektifnya kebijakan penempatan guru oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu : faktor kondisi wilayah, faktor motivasi guru dalam melaksanakan tugas, faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor sarana dan prasarana. Berdasarkan kesimpulan yang ada, dapat diberikan saran, yaitu : 1) Perlunya strategi dalam pengadaan dan penempatan guru, agar tidak terjadi penumpukan guru di satu wilayah saja, 2) Perlunya partisipasi dari masyarakat untuk turut mengawasi kebijakan penempatan guru yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, 3) Sebaiknya Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna lebih meningkatkan pengawasan kepada para guru yang melanggar kode etik.
Teacher as educator has role that is very determines side supporting other sources reachs of national education vision, like fund, schoolhouse, supporting facilities for infrastructure, my buku-bu am Iesson, administration staff etcetera. So impossible likely can be reach purpose of the without existence of teacher standing as tip of lance in education world. For Sub-Province Natuna as new spin-offs area, existence of teacher becomes one of priority to increase quality of education in Kabupaten Natuna. This thing is because of educator energy in Kabupaten Natuna, good in quality and amount has not as according to hope. To overcome the thing, one of policy taken is by doing rekrutmen teacher and placed in cloistered areas especially in outmost island. This policy is government program Kabupaten Natuna to support development in educational. Based on reasoning of problems told about location of teacher at outmost purilieus and island, can expressed in a problem formula. This research internal issue formula is : What Policy On Duty Education of Sub-Province Natuna on teacher placement in outmost island. As for purpose of the research, to know policy from Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna relates to location of teacher in outmost island, at the same time sees is effective not of location policy of teacher in the outmost island. This research applies qualitative approach, by taking descriptive method, where descriptive method aim to depict, summarizes various conditions, various situations or various variables arising in public becoming research object then draws surface as a characteristic or image of about condition, situation and or certain variable. After observing result of research in field, inferential that : 1) Location policy of teacher by Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna is striving to increase generalization of teacher in every area either in capital of district, and also in outlying countrysides residing in outmost island, but location of the teachers has just limited to to fulfill requirement of teacher, and has not entirely based on qualification of educator energy, 2) Teachers placed in outmost island has not fully executes duty carefully, this thing is shown with level of presence of teacher where still be found school which the school activity not effective because absent teacher, 3) Has not effective of location policy of teacher by Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna influenced by some factors between it is : factor condition of region, motivation factor of teacher in executing duty, economics factor, social factor, and facilities and basic facilities factor. Based on the conclusion, can be given suggestion, that is : 1) The importance of strategy in levying and location of teacher, ins order not to invite heaping of teacher in one regions only, 2) The importance of participation from public to partake observes location policy of teacher executed by Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, 3) Better On Duty Education of Sub-Province Natuna is more increases observation to the teachers impinging code of ethics
Kata Kunci : Tenaga pendidik,Guru,Penenpatan guru,Kecamatan Pulau Laut,Natuna