Laporkan Masalah

Kajian perubahan penggunaan lahan terhadap upaya konservasi di DAS Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara

DACHLAN, Yora, Prof. Dr. H. Totok Gunawan

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Daerah Aliran Sungai merupakan hamparan suatu ekosistem yang utuh menyeluruh perubahan tata guna lahan, khususnya didaerah hulu, dapat memberikan dampak pada daerah hilir. Hancurnya daya dukung DAS merupakan faktor dominan yang menyebabkan kekeringan dan banjir. DAS berdaya dukung rendah ditandai dengan perubahan tataguna lahan pada daerah tangkapan hujan akibat pemanfaatan yang tidak mempertimbangkan kemampuan lahan dan kaidah kaidah konservasi tanah dan air. Kondisi umum dilapangan menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terlihat adanya kecenderungan pemanfaatan dan penggunaan lahan terutama pada Wilayah DAS hulu. aktivitas perladangan yang terus meniingkat menyebabkan tingkat erosi berat dan sangat berat yang semakin meluas pada wilayah DAS setempat Sehubungan dengan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan mengkaji perubahan penggunaan lahan dan perubahan tingkat erosi lahan di Wilayah DAS Konaweeha selama 10 tahun (1997-2007) dan hubungan perubahan penggunaan lahan dengan perubahan tingkat erosi lahan di Wilayah DAS Konaweeha. serta mengkaji arahan kebijakan konservasi lahan pada beberapa bentuk penggunaan lahan di Wilayah DAS Konaweeha. Pengolahan data dilakukan melalui digitasi beberapa peta antaralain, peta jenis tanah, peta topografi dan peta curah hujan serta peta penggunaan lahan pada masingmasing tahun pengamatan dengan memanfaatkan Sistem informasi Global (SIG). Penentuan data pengunaan lahan dilakukan melalui pengklasifikasian beberapa tipe penggunaan lahan dan luasannya pada masing-masing tahun pengamatan. Nilai erosi aktual (A) dihitung menggunakan persamaan USLE (The Universal Soil Loss Equation) yaitu : A = R x K x LS x CP dimana, A = Erosi aktual , R = Erosivitas, K = Erodibilitas tanah, LS = Faktor panjang dan kemiringan lereng, C = Faktor pengelolaan tanaman dan P = Tindakan konservasi. Analisis data perubahan penggunaan lahan dan perubahan nilai erosi lahan dilakukan dengan membandingkan penggunaan lahan pada periode 1997 dan periode 2007 melalui teknik overlay peta dan atau sanding label sehingga dapat dihitung luasan dan besarnya perubahan serta mengenali dan mengeliminir lokasi dan kecenderungan pegeseran yang terjadi pada masing-masing tahun pengamatan tiap satuan lahan. Penentuan arahan kebijakan konservasi dilakukan melalui Analisa Cluster yaitu pengelompokkan data-data menjadi klasifikasi regional pada unit-unit lahan melalui struktur tertentu. Sedangkan pendekatan kebijakan konservasi lahan dilapangan dengan mengamati bentuk-bentuk pengelolaan lahan yang dilakukan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan selama 10 tahun (1997-2007) bentuk perubahan penggunaan lahan di Wilayah DAS Konaweeha cenderung mengarah kepentingan produksi pertanian kondisi ini dapat dilihat dari perubahan lahan hutan dari seluas 519.592,20 Ha menjadi 418.555,00 Ha atau turun 19,45 %. Lahan kebun dari seluas 17.012,85 Ha menjadi 83.821,41 Ha atau naik 392,69 %, lahan tandus dari 37.980,93 Ha menjadi 57.005,59 Ha atau naik 50,09 %, Sawah dari luas 30.484,30 Ha menjadi 31.913,53 Ha atau naik 4,69 %, ladang/tegalan dari seluas 31.849,20 Ha menjadi 32.847,21 Ha atau naik sebesar 3,13 %, Peraiaran darat berupa sungai, rawa dan danau dari luas 15.272,75 Ha menjadi 25.946,08 Ha atau naik 69,88 %, penggunaan lahan lain berupa pemukiman, jalan dan penggunaan lahan lainnya dari seluas 44.48,04 Ha menjadi 65.51,43 Ha atau naik sebesar 47,29%. Laju erosi di Wilayah DAS Konaweeha selama 10 tahun (1997 – 2007) untuk klas erosi IV kategori erosi jelek seluas 3.498,18 Ha menjadi 18.674,61 Ha atau 433,84 %, Klas erosi V kategori sangat jelek seluas 14.686,41 Ha menjadi 33.870,45 Ha atau naik sebesar 130,62 %. Nilai erosi terkecil 0,041 ton/ha/tahun dan nilai erosi terbesar 3.062,72 ton/ha/tahun. Perubahan beberapa bentuk penggunaan lahan yang terjadi selama 10 tahun (1997 -2007) menyebabkan perubahan luas laju erosi berat dan sangat berat yang meningkat signifikan. Luas lahan dengan kategori erosi jelek/berat sampai dengan sangat jelek/berat yang menjadi arahan kebijakan konservasi pada unit lahan seluas 56.085,23 Ha. Hasil Analisa Cluster menunjukkan terdapat 25 kelompok mikro dan 12 kelompok makro bentuk arahan penggunaan lahan. Sedangkan bentuk arahan kebijakan konservasi berdasarkan jenis penggunaan lahan dilapangan berupa pembuatan teras bangku, saluran pembuangan air (SPA), maupun secara vegetatif berupa penanaman tanaman penutup dan pelindung.

Watershed is an intact ecosystem area. Change in land use, particularly in headwater area, can induce impact on downstream area. Damaged supporting power of DAS is dominant factor causing drought and flood. Low supporting power DAS is marked with change in land use in rain capture area due to land use that not considered land capacity and land and water conservation norms. General condition in field indicated that some past years there is tendency of land use in headwater DAS area. Increased field activities cause heavy and very heavy erosion rate that increasingly widen in the DAS area. According to the matter, a research was carried out that aim to analyze change in land use and erosion rate in DAS Konaweeha area for 10 (1997-2007) and association between change in land use and change in erosion rate in DAS Konaweeha area and analyze land conservation policy suggestion on some land use forms in DAS Konaweeha area. Data processing was carried out through digitations of maps, including land type map, topographical map, and rainfall map and land use map in each observational year using Global Information System (GIS). Land use data was determined through classification of some land use type and its width in each observational years. Actual erosion rate (A) was calculated using USLE (the universal Soil Loss Equation): A=R K LS CP, where A= actual erosion, R= erosivity, K=land erodibility, LS= incline length and slope, C=plant management factor and P=conservation factor. Analysis of land use change and land erosion rate change data was done by compare land use in 1997 and in 2007 with map overlay technique and or label collocation to calculate width and rate of the change and acknowledge and eliminate location and tendency of change occur in each observational year at each land unit. Conservation policy direction was determined through cluster analysis that grouping data into regional classification in land units through certain structure. Meanwhile land conservation policy in field was carried out by observing land management done by community. Results indicated that for 10 years (1997-2007) change in land use in DAS Konaweeha area have tendency toward agricultural production interest. The condition can be seen from change in forest width from 519.592,20 Ha to be 418.555,00 Ha (decrease of 19,44 %), yard from 17.012,85 Ha to be 83.821,41 Ha (increase of 392,69 %), infertile land from 37,983.89 Ha to 57.980,93 Ha (increase of 50,09 %), wet field from 30.484,30 Ha to 31.913,53 Ha (increase of 4,69 %), dry field from 31.849,20 Ha to 31.913,53 Ha (increase of 3,13 %), waters such as river, swamp and lake from 15.272,75 Ha to 25.946,08 Ha (increase of 69,88 %), and other land use such as settlement, road and other, from 4.448,04 Ha to 6.551,43 Ha (increase of 47,29%). Erosion rate in DAS Konaweeha area for 10 years (1997-2007) for class IV erosion of bad category change from 3.498,18 ha to 18.674,61 ha (increase of 433,84 %); class IV erosion of very bad category from 14.686,41 ha to 33.870,45 (increase of 130,62 %). The smallest erosion was 0.041 ton/ha/year and the greatest one was 3,062.72 ton/ha/year. Change in land use for 10 years (1997-2007) lead to heavy and very heavy erosion rate that increase significantly. Land width with bad and very bad erosion category that is conservation policy direction was 56.085,23 ha. Cluster analysis indicated that there are 25 micro group and 12 macro group of land use suggestion. Meanwhile, conservation policy suggestion based on land use type in field is bench terrace, water drainage channel, and vegetative technique by planting covering and protecting plants.

Kata Kunci : DAS,Perubahan penggunaan lahan,Perubahan tingkat erosi lahan,Sulawesi Tenggara, Land use change effect - Conservation – Erosion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.