Laporkan Masalah

Determinants of length of stay in a tourism system :: Case study Dutch tourists in Yogyakarta

DASAI, Marciano Rilano, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan antara faktor-faktor di beberapa elemen geografis yang mempunyai koneksi dengan Yogyakarta dan lama masa tinggal wisatawan Belanda di Yogyakarta. Riset ini juga meneliti hubungan antara lama masa tinggal wisatawan Belanda dan karakteristik demografis dan karakteristik kelakuan perjalan mereka. Untuk studi ini peneliti memakai campuran metodologi kwantitatif dan kwalitatif, “mixed method”. Penelitian kwantitatif dilakukan kepada 100 wisatawan Belanda yang mengunjungi Yogyakarta di bulan Agustus tahun 2009. Penelitian kwalitatif menggunakan wakil-wakil dari 4 agen perjalanan wisata di Belanda, wakil-wakil dari 4 biro wisata di Yogyakarta, dan 5 orang Belanda yang tinggal di Yogyakarta sebagai juru tunjuk. Pengumpulan data dilakukan dengan methode angket dan wawancara mendalam dan analisanya keduanya diintegrasikan supaya beberapa kelemahan dari 2 metodologi bisa diatasi. Penemuan penelitian menunjukkan 9 faktor dari beberapa elemen geografis yang mempengaruhi lama masa tinggal wisatawan Belanda di Yogyakarta yaitu: promosi, produk, faktor Bali, akomodasi dekat pedesaan, atraksi, fasilitas pendukung, transportasi/pintu masuk internasional, lingkungan kultur sosial, dan lingkungan komunitas. Perbedaan lama masa tinggal yang ditemuan untuk karakteristik wisatawan adalah: umur, pendapatan, pekerjaan, jalan kehidupan, pengalaman lama, alasan kunjungan, cara perjalanan, dan preferensi akomodasi. Agar supaya menstimulir lama masa tinggal wisatawan Belanda di Yogyakarta yang lebih tinggi peneliti mengajurkan beberapa rekomendasi yang berdasar pada beberapa impikasi terkait dengan faktor-faktor yang disebut di atas.

The research tried to identify the relationship between selected factors at the geographical elements connected to Yogyakarta’s tourism and the Dutch tourist’s length of stay at Yogyakarta. It also investigated the relationship between the Dutch tourist’s length of stay and their demographic and travel behavior characteristics. For this study the researcher used a mixture of both quantitative and qualitative methodologies, the ‘mixed method’. While quantitative research was done on 100 Dutch tourists who visited Yogyakarta in the month August 2009, qualitative research was carried out on representatives of 4 travel agents in the Netherlands, representatives of 4 travel agents in Yogyakarta and 5 Dutch people who have lived in Yogyakarta for quite a while. Questionnaires and in-depth interviews were used as data collection tools and their analysis were integrated so that certain weaknesses of both quantitative and qualitative methodologies would be overcome. The research findings showed that there were in fact 9 factors at the geographical elements that influenced the length of stay of the Dutch tourists, i.e. promotion, product, Bali- factor, accommodations near rural areas, attractions, service facilities, transportation/international flight access, socio-cultural environment, and community environment. Difference in length of stay was found for the following tourist characteristics: age, income, occupation, lifecycle, past experience, reason for visiting, mode of traveling, and preference of accommodations. In order to stimulate a higher length of stay in Yogyakarta for the Dutch tourists the researcher laid out several recommendations based on the implications concerning the factors mentioned above.

Kata Kunci : Lama masa tinggal,Wisatawan Belanda, Length of stay, Dutch tourists


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.