Pengelolaan sampah rumah tangga dan berbagai tantangannya
SASNANDA, Dewa Putu Eska, Dr. Anna Marie Wattie, M.A
2009 | Tesis | S2 Antropologi BudayaSampai saat ini sampah masih merupakan permasalahan yang mengemuka di Indonesia, dan pengelolaan sejak lingkup keluarga adalah langkah yang paling memungkinkan untuk dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini adalah penelitian mengenai upaya pengelolaaan sampah rumah tangga dalam lingkup keluarga. Bagaimana dan kendala apa saja menyertai pelaksanaan upaya tersebut di rumah Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode pengamatan terlibat dan wawancara mendalam terhadap anggota keluarga peneliti, serta beberapa informan yang telah melakukan pengelolaan sampah rumah tangganya di rumah. Temuan-temuan penting di dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa sampah bukanlah merupakan masalah yang besar. Sebagian besar sampah, khususnya sampah rumah tangga, memiliki potensi untuk dapat didayagunakan, dan hasil pendayagunaannya dapat dipakai untuk menyelesaikan atau menangani sampah lain yang belum berdaya guna. Upaya pengelolaan sampah rumah tangga dalam lingkup keluarga tidak dapat dilakukan tanpa partisipasi seluruh anggota keluarga. Usaha yang bertumpu pada satu orang anggota keluarga saja tidak akan berjalan efektif dan berkelanjutan. Hampir setiap orang menyadari bahwa sampah adalah sebuah masalah yang berdampak buruk bagi lingkungan. Meskipun demikian, ada tindakan yang berbeda-beda dalam memperlakukan sampah. Ada sebagian individu yang dengan sukarela mengadopsi inovasi pengelolaan sampah sementara sebagian yang lain sukar sekali tergerak untuk mengelola sampah meskipun peralatannya telah disediakan. Sehubungan dengan hal ini, dorongan spiritual, etika terhadap lingkungan, perolehan ekonomi, mengisi waktu luang, sarana menyalurkan hobi, mencari ilmu pengetahuan, dan mewujudkan lingkungan yang bersih adalah beberapa hal yang mendorong orang untuk mengelola sampah rumah tangga. Sementara itu, beberapa hal yang menyebabkan orang tidak termotivasi untuk mengelola sampah adalah adanya anggapan umum bahwa sampah rumah tangga adalah benda yang kotor dan tidak layak untuk dikelola di rumah; Pengelolaan sampah rumah tangga tidak praktis dan tidak ekonomis karena menghabiskan banyak waktu, uang dan tenaga, dan tidak sesuai dengan perolehan langsung yang didatangkannya; Pengelolaan sampah rumah tangga belum begitu lazim dilakukan oleh masyarakat sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang ingin mengadopsinya karena keefektifan upaya ini belum begitu terasa; Adanya kemudahan menyelesaikan sampah rumah tangga dengan cara praktis dan murah, yaitu dengan membayar para tukang sampah. Untuk dapat mencapai keefektifannya, pengelolaan sampah rumah tangga dalam lingkup keluarga harus menjadi gerakan utuh seluruh keluarga. Gerakan ini bukan hanya terpaku pada gerakan yang sifatnya kompak semata, sama rata-sama rasa, tetapi dapat juga berbentuk gerakan yang saling mengisi. Pada lingkup keluarga, akibat masing-masing anggota memiliki peran, kedudukan, minat dan kesibukan yang berbeda-beda, dimungkinkan mereka tidak dapat melakukan tindakan yang sama sehingga penting adanya pembagian tugas. Oleh karenanya, suatu bagian pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak mampu dilakukan oleh seorang anggota keluarga akibat kesibukan, ketidak-sesuaian minat, atau ketidakmampuan tenaga dapat dikerjakan oleh anggota keluarga lain yang mau dan mampu mengerjakan
Until now waste problem is still one of upcoming problems in Indonesia, and domestic waste management in a family level is one of possible ways to handle it. This Research is about an effort of domestic waste management in a family level. How does it work and what kind of challenges apear in the implementation. This research is carried out by means of participation observation and deep interview methods to family members and some informants that have already practiced to manage their home waste and or the waste in their surrounding areas. Several importan results yield in the investigation conclude that waste is not a big problem. A large part of waste especially domestic waste in fact has a potential usage. The waste management exploitation income can further be used to handle little part of waste that has not been exploited. A domestic waste management in a family level can not work effectifely, efficiently and long-lasting without an participation of all family members. Nearly all people are aware of the bad impact of waste to the environment. However, they show various kinds of behaviour in considering the waste. Some people voluntarily adopt innovation waste management to handle their waste problems. While, the rest do not pay any attention although there is an equipment to manage the waste in their house. Spiritual motivation, economic value, hobby, spare time filling, knowledge, and environmental cleaning are some matters that can persuade somebody to manage their waste. There are some reasons that cause people do not motivate to manage their domestic waste. Those are the opinion that waste is a dirty, messy, and disgusting object made people think that this object not proper to manage in the family; Waste management in family level is not practical and economical. The time, money and man power needed to manage the family waste is not equivalent to its gain; Waste management in family level is not yet common in the society. Therefore it is a challenge to adopt it; Paying a garbage man is still an easy and economical way for the society in handling their waste problem. The success of domestic waste management in family level depends on the participation of all family members. In this matter, family member don’t have to do the same action but different kinds of action depend on their interest. As such, it is important to make a task schedule in family to manage the waste. Some parts of waste management that can not be done by a family member can be replaced by others who are able to do so.
Kata Kunci : Domestic waste,Management,Family