Laporkan Masalah

Evaluasi pengukuran daya semu frekwensi nonfundamental dan daya semu fundamental beban tak seimbang sesuai standar IEEE 1459-2000 serta hubungannya pada perhitungan besaran tarif konsumsi energi berbasis kVAh di pelanggan khusus

PAATH, Maurits A, Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Energi Elektrik

Pemakaian peralatan-peralatan elektronik teknologi canggih saat ini disamping efisien dan efektif disisi lain juga berpengaruh terhadap kualitas daya sistem instalasi tersebut sendiri, dimana kualitas daya tersebut dapat dilihat dari distorsi gelombang (waveform distortion) tegangan dan arus karena memiliki sifat beban yang nonlinier. Distorsi gelombang tegangan dan arus tersebut dikalangan para ahli menimbulkan perbedaan pendapat tentang definisi daya semu (S) dan daya reaktif (Q), yaitu pada kondisi nonsinusoidal. Seperti definisi daya menurut C.Budeanu, Fryze, Czarnecky, IEEE Working Group, Standar IEEE 1459-2000 dan lain-lain. Tujuan tesis ini adalah mengevaluasi pengukuran daya semu frekuensi nonfundamental (SeN) dan daya semu fundamental beban tak seimbang (Su1) sesuai standar IEEE-1459 tersebut. Jumlah sampel yang diukur ada dua pelanggan besar yaitu Baja Kurnia 2 Klaten (865 KVA) dan Bank Papua Jayapura (1,1 MVA) dengan menggunakan alat Power Quality Analyser LEM A3Q dan untuk pengolahan data memakai program WinA3Q dan The Output Processor (TOP2000) Electrotek.Sesuai hasil pengukuran dan analisa kedua pelanggan diatas maka daya semu (SeN) untuk pelanggan Baja Kurnia 2 Klaten adalah 123,34 kVAeN dan Bank Papua Jayapura adalah 8,827 kVAeN serta daya semu fundamental beban tak seimbang (Su1) untuk pelanggan Baja Kurnia 2 Klaten adalah 114,78 kVAu1 dan Bank Papua Jayapura adalah 130,49 kVAu1. Sesuai hasil analisa maka besar ataupun kecilnya nilai SeN dan Su1 ditentukan olen tingkat distorsi harmonik dan nilai beban tak seimbang di arus netral (In) itu sendiri.

Use of electronic equipment this advanced technology as an efficient and effective addition to the other side, also affected the quality of the installation system itself,where the quality of these resources can be seen from the distorted wave voltage and current having a nonlinear load characteristics. Distortion of voltage and current waves are among the experts led to differences of opinion about the definition of the apparent power (S) and reactive power (Q), which is in nonsinusoidal conditions. Like the definition of power according to C. Budeanu,Fryze, Czarnecky, IEEE Working Group, IEEE Standard 1459-2000 and others. Associated with the above standards, the purpose of this thesis is to evaluate the apparent power measurements on the nonfundamental frequency (SeN) and fundamental apparent power on the imbalance load (Su1) according to IEEE-1459 standard is, and they impact to effective apparent power (Se). The number of samples measured were two big customers of Baja Kurnia 2 Klaten (865 KVA) and the Bank of Papua Jayapura (1.1 MVA) by using LEM Power Quality Analyzer for A3Q and use of data processing programs and WinA3Q The Output Processor (TOP2000) Electrotek .According to the results of measurement and analysis of the customer above the apparent power on nonfundamental frequency condition (SeN) to customers Baja Kurnia 2 Klaten is 123.34 KVAeN and the Bank of Papua Jayapura is 8.827 kVAeN and the fundamentally apparent power on the unbalanced load (Su1) to customers Baja Kurnia 2 Klaten is 114.78 kVAu1 and the Bank of Papua Jayapura is 130.49 kVAu1. According to the results of the analysis thus the values of the apparent power on the nonfundamental frequency (SeN) and the fundamentally apparent power on imbalance condition (Su1) are determined by harmonic distortion levels and the value of unbalanced load in the neutral current (In) itself.

Kata Kunci : Pengukuran daya semu frekuensi nonfundamental,Daya semu fundamental beban tak seimbang,Tarif konsumsi energi berbasis kVAh


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.