Laporkan Masalah

Analisis penentuan harga jual berdasarkan usaha kelistrikan untuk beban 8,66 mVA pada PT Tirta Investama Klaten

TRIYANTO, Ir. T. Haryono, M.Sc., Ceng.MIET

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Energi Elektrik

Kinerja keuangan yang baik adalah tujuan utama suatu Perusahaan, PT.PLN (Persero) APJ Klaten sebagai unit usaha jasa kelistrikan yang sangat peka terhadap perubahan harga inergi dunia dan perubahan moneter. Penjualan tenaga listrik sebagai sumber utama pendapatan sangat tergantung regulasi tarif dari pemerintah, hal ini yang menjadi tantangan PT.PLN sebagai kuasa usaha kelistrikan milik negara dan sebagai motor penggerak ekonomi negara. Dengan tingkat inflasi dan harga energi primer yang cenderung naik akan menekan kinerja keuangan perusahaan. Upaya meningkatkan effisiensi anggaran telah dilakukan dengan optimalisasi biaya dan pendapatan perusahaan. Perbaikan kinerja keuangan dilakukan terutama pelanggan besar dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan harga tetap (flat) diluar beban puncak. Salah satu perusahaan adalah PT. Tirta Investama yang selama ini dipasok dari GI. Klaten, karena penambahan Jaringan meningkatkan kapasitas penghantar tidak mampu melayani. Untuk effisiensi dibuat simulasi pasokan daya dengan kajian ilmu teknis dan ekonomis. Dari segi teknis pengendalian operasi, didapat perbaikan tegangan ujung dari 18,26 kV menjadi 18,73 kV dan penurunan susut dari 305 kW menjadi 202,9 kW. Dari segi ekonomis dilakukan perubahan tarif berdasarkan prinsip usaha kelistrikan TDL tahun 2004 ke tarif berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik harga terendah hasil perhitungan (marginal Cost), sebesar Rp. 932.00 per kWh. Masih lebih rendah dari pada biaya pokok produksi pembangkit sendiri (Captive Power) sebesar Rp.2.114.00 per kWh. Perhitungan ini sebagai dasar perjanjian jual beli tenaga listrik dan akan selalu diperbaharui apabila ada perubahan bidang moneter ataupun biaya yang mempengaruhi pembangkitan tenaga listrik.

Good Monetary Performance is special target from a Company, PT. PLN (Persero) APJ Klaten as service business unit of electricity, is very sensitive to price change of world energy and monetary. The sale of electric power as specially source of revenue depends on regulation tariff, which in ditermined by government. This matter becomes a challenge to PT.PLN as a public ownership electricity corporation and as a motor activator of economy grouwth. With inflation rate and the price of primary energy, which tends to go up will depress company's finance performance. The effort to improve efficiency budget has been done with optimallizing the expense and earnings of company. Repair of monetary performance is conducted, especially for big customer with purchasing and selling agreement of electric power at fixed price ( flat) outside of peak load. One of the company is supplied by Klaten sub station for PT.Tirta Investama improving electricity effisiency it is needed to add a new network for ebove company service. This need to be economically and technically study From this study it was obstained of operation handling, there was an increase of distribution voltage from 8,26 kV to18,73 kV, futher more the electicity distribution losses was decreased from 305 to 202,9 kW. Based economic study a change of tariff accurding TDL 2004 to tariff base upon purchase agreement was made. The new price was marginal cost to Rp. 932.00 every kWh. Which is lower than Captive Power which is Rp. 2114 ,00 everyt kWh. This calculating as base purchasing and selling agreement of electric power and will be always innovated by a change of monetary area and or the expense of influencing evocation of electric power.

Kata Kunci : PT PLN (Persero),PT Tirta Investama,Usaha kelistrikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.