Kajian penggunaan citra IKONOS untuk pemetaan penggunaan tanah daerah perdesaan :: Studi kasus di Desa Sidorejo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
PURNAMA, Linda Falentina, Dr. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T
2009 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaPemantauan terhadap perubahan lingkungan akibat pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam oleh manusia selalu diperlukan untuk dapat mempersiapkan suatu pembangunan yang berkelanjutan baik di lingkungan perkotaan maupun di perdesaan.Dalam kerangka inilah ketersediaan informasi mengenai kondisi penggunaan tanah yang selalu mutakhir (up to date ) menjadi sangat penting. Dalam kenyataannya, untuk penyediaan informasi ini system pemetaan penggunaan lahan secara terestris terlalu lambat, memerlukan terlalu banyak tenaga, dan berakibat biaya yang sangat tinggi.Penelitian ini berupaya untuk memetakan penggunaan tanah skala besar (1:2.500) daerah perdesaan dengan memanfaatkan citra berresolusi spasial tinggi (Citra IKONOS) yang diambil pada tahun 2004 sebagai alternative sumber data sekaligus bahan dalam pelaksanaan kegiatan pemetaan penggunaan tanah dimaksud.Penelitian ini menggunakan metode interpretasi citra secara viasual, selanjutnya dilakukan pendeliniasian dan pendigitasian on-screen terhadap hasil interpretasinya menurut Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 1 Tahun 1997. Proses digitasi dilakukan bersamaan dengan identifikasi tiap jenis penggunaan tanah dengan cara mendeliniasi jenis penggunaan tanah dan dan pemberian data atributnya. Hasil digitasi diklasifikasikan dengan metode klasifikasi bertingkat (multi stage classification) dengan pendekatan multi scale topdown untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masing-masing stage dalam mengidentifikasi obyek dari yang bersifat general ke yang bersifat detail. Ketelitian hasil klasifikasi dihitung dianalisis dengan menghitung statistic KHAT, yaitu baik jika hasil KHAT > 0,75. Selanjutnya ditarik kesimpulan sejauh mana citra IKONOS untuk dapat dijadikan alternative pendekatan pemetaan penggunaan tanah di daerah perdesaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHAT pada klasifikasi tahap I adalah 1,0; pada tahap II adalah 0,90, dan pada tahap III adaalah 0,93 yang ketiganya tergolong kategori baik. Walupun demikian belum seluruh obyek penggunaan tanah yang ada di lapangan telah dapat diidentifikasi keseluruhan, sehingga penyempurnaan peta penggunaan tanah yang dihasilkan perlu dilakukan dengan tambahan survey terestris.Dari hasil analisis, jenis penggunaan tanah yang dominan di Desa Sidorejo lokasi penelitian adalah persawahan seluas 248,68 ha (44,71%), kebun campuran seluas 211,52 ha (38,03%), dan perkampungan seluas 75,86 ha (13,64%), sedangkan yang paling kecil adalah telaga seluas 0,18 ha (0,03%).
Monitoring activities to the environment changes as the effect of natural resources explanation by people always be needed in the sustainable development program both in the urban and the rural area. It means that the availability up to date information of land use conditions are highly needed.Obviously, in providing this information, the terestrial mapping approach is very slow, needs big number of manhours, and relatively expensive. Because of that, this research has purpose to conduct a mapping work of a large scale-map of land use in the rural region by using satelite image with high spatial resolution (IKONOS image) produced in 2004 as the alternative both of data source and material in the purposed land use mapping activity in this research.This research using visual interpretation and delineating its interpretation by onscreen digitizing of every kind use of land by considering the rule of Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 1 Tahun 1997. By the digitizing process, the identification of every kind of land use and its attribute is also executed.Digitizing result then being classified by multistage classification with multistage top down method to find out every system ability in identifying object from general type to the most detail. On next step, the classification result is analyzed by statistic method of KHAT > 0,75. In the last step it would be concluded the capability of IKONOS image as the alternative data source to land use mapping in 1:2.500 scale in rural area.The results of this research are that the value of KHAT on first step is 1,0; on the second step is 0,90, and on the tird step is 0,89 which all of the values of KHAT are occupied. It means that the visually interpretation methods to the IKONOS image can be used as one of alternative in the land use mapping activities in the rural area. But it doest mean that all of each kind of land use in the reseach location have been identified thoroughly and fully. Finally, the results show that terrestrical mapping is still needed to make this mapping optimally. By the spatial analysis, the land use in this reseach area (Sidorejo village)can be classified based on the dominancy like these: mixed platation with area of 211,52 ha (38,03, irrigated farming area with area of 248,68 ha (44,71%);irregularly rural housing with area of 75,86 ha (13,64, and the pond (stagnant pit) with area of 0,18 ha (0,03%). is the least land using.
Kata Kunci : Sumber daya alam, Citra IKONOS, Pemetaan penggunaan lahan